Latest Posts
Tampilkan postingan dengan label tips. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tips. Tampilkan semua postingan

Kamis, 23 Januari 2014

Mainan yang dulu jadi pavorit
Tak afdhol rasanya pulang haji/umroh tak membawa oleh-oleh. Walau sedikit jemaah haji pasti akan membeli oleh-oleh untuk sanak keluarganya. Nah  di madinah ada tempat belanja grosiran yang tentu saja lebih murah dibanding membeli di pinggir jalan atau toko biasa. 

Harga di sini sudah murah. Sebagai perbandingan, sebuah kaos kaki motif yang dijual di pinggir jalan 3 Rls, di tempat grosiran ini cuma 1 Rls saja. Oh ya, karena ini tempat grosiran maka anda tidak bisa membeli satuan harus membeli satu kodi, atau satu lusin. Harga di tempat grosiran ini sudah pas dan tak bisa ditawar. Kalau menawar bisa-bisa anda diusir pemilik toko.

Kawasan grosiran ini terletak di jalan wilayah jalan Abu Dzar Al Ghifarim berdekatan dengan Mesjid Abu Dzar dan Hotel Madinah Kareem. Di situ berjajar toko-toko grosir hingga ke jalan kecil di dalamnya.


Peta bisa dilihat di tautan ini atau diikuti petanya 

<iframe width="425" height="350" frameborder="0" scrolling="no" marginheight="0" marginwidth="0" src="https://www.google.com/maps?t=f&amp;sll=24.4750795,39.6136702&amp;sspn=0.0299978,0.0439465&amp;saddr=24.4716451,39.6112047&amp;daddr=24.4751955,39.6134823&amp;dirflg=w&amp;ie=UTF8&amp;ll=24.473517,39.61367&amp;spn=0.003744,0.004944&amp;ecpose=24.46746629,39.61384162,1463.22,0,40.594,-0.001&amp;geocode=FV1odQEdRWtcAg%3BFTx2dQEdKnRcAg&amp;output=embed"></iframe><br /><small><a href="https://www.google.com/maps?t=f&amp;sll=24.4750795,39.6136702&amp;sspn=0.0299978,0.0439465&amp;saddr=24.4716451,39.6112047&amp;daddr=24.4751955,39.6134823&amp;dirflg=w&amp;ie=UTF8&amp;ll=24.473517,39.61367&amp;spn=0.003744,0.004944&amp;ecpose=24.46746629,39.61384162,1463.22,0,40.594,-0.001&amp;geocode=FV1odQEdRWtcAg%3BFTx2dQEdKnRcAg&amp;source=embed" style="color:#0000FF;text-align:left">Lihat Peta Lebih Besar</a></small>

Tempat Belanja Grosiran di Madinah

Mainan yang dulu jadi pavorit
Tak afdhol rasanya pulang haji/umroh tak membawa oleh-oleh. Walau sedikit jemaah haji pasti akan membeli oleh-oleh untuk sanak keluarganya. Nah  di madinah ada tempat belanja grosiran yang tentu saja lebih murah dibanding membeli di pinggir jalan atau toko biasa. 

Harga di sini sudah murah. Sebagai perbandingan, sebuah kaos kaki motif yang dijual di pinggir jalan 3 Rls, di tempat grosiran ini cuma 1 Rls saja. Oh ya, karena ini tempat grosiran maka anda tidak bisa membeli satuan harus membeli satu kodi, atau satu lusin. Harga di tempat grosiran ini sudah pas dan tak bisa ditawar. Kalau menawar bisa-bisa anda diusir pemilik toko.

Kawasan grosiran ini terletak di jalan wilayah jalan Abu Dzar Al Ghifarim berdekatan dengan Mesjid Abu Dzar dan Hotel Madinah Kareem. Di situ berjajar toko-toko grosir hingga ke jalan kecil di dalamnya.


Peta bisa dilihat di tautan ini atau diikuti petanya 

<iframe width="425" height="350" frameborder="0" scrolling="no" marginheight="0" marginwidth="0" src="https://www.google.com/maps?t=f&amp;sll=24.4750795,39.6136702&amp;sspn=0.0299978,0.0439465&amp;saddr=24.4716451,39.6112047&amp;daddr=24.4751955,39.6134823&amp;dirflg=w&amp;ie=UTF8&amp;ll=24.473517,39.61367&amp;spn=0.003744,0.004944&amp;ecpose=24.46746629,39.61384162,1463.22,0,40.594,-0.001&amp;geocode=FV1odQEdRWtcAg%3BFTx2dQEdKnRcAg&amp;output=embed"></iframe><br /><small><a href="https://www.google.com/maps?t=f&amp;sll=24.4750795,39.6136702&amp;sspn=0.0299978,0.0439465&amp;saddr=24.4716451,39.6112047&amp;daddr=24.4751955,39.6134823&amp;dirflg=w&amp;ie=UTF8&amp;ll=24.473517,39.61367&amp;spn=0.003744,0.004944&amp;ecpose=24.46746629,39.61384162,1463.22,0,40.594,-0.001&amp;geocode=FV1odQEdRWtcAg%3BFTx2dQEdKnRcAg&amp;source=embed" style="color:#0000FF;text-align:left">Lihat Peta Lebih Besar</a></small>

Rabu, 22 Januari 2014

Living cost adalah biaya hidup selama jemaah haji melaksanakan Ibadah haji. Sebenarnya living cost yang SR 1500 itu cukup untuk makan selama haji. Namun karena barang-barang yang dijual di sana pun mengalami kenaikan, khususnya bahan makanan yang berasal dari tanah air, maka living cost dipastikan terasa sempit. Bayankan saja, bumbu-bumbu yang bisa dibeli dengan murah di tanah air dibeli dengan harga 5 x lipat lebih mahal jika berada di saudi.

Saya ingin membagi tips untuk menghemat living cost agar ibadah menjadi lebih tenang.


1. Bawa bahan makanan dari tanah air
Ketika akan pergi, koper dalam keadaan kosong. Sangat memungkinkan untuk membawa bahan makanan ke dalam koper. Mie instan, bumbu-bumbu, makanan yang cukup tahan lama, sambal, dll dapat dibawa ke dalam koper. Beberapa teman bahkan membawa beras dari tanah air. Bahan-bahan itu jelas lebih murah dibeli di Indonesia ketimbang di saudi.

2. Memasak 
Memasak sendiri lebih murah dibanding dengan membeli. Bisa saja jemaah membeli peralatan menanak nasi yang multiguna sehingga bisa dipergunakan untuk berbagai kebutuhan. hal ini bisa mengurangi beban biaya, apalagi jika dilakukan secara kolektif.

3. Menyediakan air minum sendiri
Hotel tidak menyediakan air minum. Jadi jamaah sendiri yang mesti menyediakan. Jika setiap hari harus membeli air kemasan yang harganya lebih mahal dari bensin bisa jebol living cost nya. maka untuk menyiasatinya jemaah harus membawa air dari tempat penyediaan air minum. Air zam-zam adalah air gratis yang bisa dibawa ke kamar. Beli saja galon plastik yang bisa dilipat ketika tidak dipakai sehingga diperbolehkan dibawa ke haram. Pulangnya bawalah air zam-zam itu dan kebutuhan air akan terpenuhi dan anda tak perlu mengeluarkan uang untuk air yang bisa didapat gratis.

4. Bawa perlengkapan cuci
Sabun cuci juga cukup sering dipakai di saudi. Anda bisa saja beli tapi dengan harga yang lebih mahal, Tak ada salahnya toh untuk berhemat dengan membawa dari tanah air.

5. Pergunakan bis
Bis jauh lebih murah ketimbang taksi. Buat umroh ke tanim saja cuma 4 real PP. sementara pakai taksi harus merogoh 10 rls.


PERINGATAN : 
jangan membawa barang/bahan makanan yang dilarang masuk ke dalam pesawat

Tips Menghemat Living Cost saat Haji

Living cost adalah biaya hidup selama jemaah haji melaksanakan Ibadah haji. Sebenarnya living cost yang SR 1500 itu cukup untuk makan selama haji. Namun karena barang-barang yang dijual di sana pun mengalami kenaikan, khususnya bahan makanan yang berasal dari tanah air, maka living cost dipastikan terasa sempit. Bayankan saja, bumbu-bumbu yang bisa dibeli dengan murah di tanah air dibeli dengan harga 5 x lipat lebih mahal jika berada di saudi.

Saya ingin membagi tips untuk menghemat living cost agar ibadah menjadi lebih tenang.


1. Bawa bahan makanan dari tanah air
Ketika akan pergi, koper dalam keadaan kosong. Sangat memungkinkan untuk membawa bahan makanan ke dalam koper. Mie instan, bumbu-bumbu, makanan yang cukup tahan lama, sambal, dll dapat dibawa ke dalam koper. Beberapa teman bahkan membawa beras dari tanah air. Bahan-bahan itu jelas lebih murah dibeli di Indonesia ketimbang di saudi.

2. Memasak 
Memasak sendiri lebih murah dibanding dengan membeli. Bisa saja jemaah membeli peralatan menanak nasi yang multiguna sehingga bisa dipergunakan untuk berbagai kebutuhan. hal ini bisa mengurangi beban biaya, apalagi jika dilakukan secara kolektif.

3. Menyediakan air minum sendiri
Hotel tidak menyediakan air minum. Jadi jamaah sendiri yang mesti menyediakan. Jika setiap hari harus membeli air kemasan yang harganya lebih mahal dari bensin bisa jebol living cost nya. maka untuk menyiasatinya jemaah harus membawa air dari tempat penyediaan air minum. Air zam-zam adalah air gratis yang bisa dibawa ke kamar. Beli saja galon plastik yang bisa dilipat ketika tidak dipakai sehingga diperbolehkan dibawa ke haram. Pulangnya bawalah air zam-zam itu dan kebutuhan air akan terpenuhi dan anda tak perlu mengeluarkan uang untuk air yang bisa didapat gratis.

4. Bawa perlengkapan cuci
Sabun cuci juga cukup sering dipakai di saudi. Anda bisa saja beli tapi dengan harga yang lebih mahal, Tak ada salahnya toh untuk berhemat dengan membawa dari tanah air.

5. Pergunakan bis
Bis jauh lebih murah ketimbang taksi. Buat umroh ke tanim saja cuma 4 real PP. sementara pakai taksi harus merogoh 10 rls.


PERINGATAN : 
jangan membawa barang/bahan makanan yang dilarang masuk ke dalam pesawat

Minggu, 24 November 2013

Untuk memudahkan pemahaman tentang perjalanan haji, saya membuat diagram dan alur perjalanan haji yang dapat didowload di sini. semoga bermanfaat

Diagram Haji

Untuk memudahkan pemahaman tentang perjalanan haji, saya membuat diagram dan alur perjalanan haji yang dapat didowload di sini. semoga bermanfaat

Kamis, 21 November 2013



Doa Imam Ja'far Shadiq agar dapat melaksanakan ibadah haji tiap tahun. Doa yang bisa dibaca setelah selesai shalat wajib

Doa agar bisa beribadah haji



Doa Imam Ja'far Shadiq agar dapat melaksanakan ibadah haji tiap tahun. Doa yang bisa dibaca setelah selesai shalat wajib

NO.  BARANG BAWAAN DI TAS KOPER                    

  1. Baju Muslimah/ Baju Takwa
  2. Celana Panjang (sirwal)
  3. Celana Pendek *
  4. Celana Dalam (CD)/ Kaos Dalam/ Singlet
  5. T-Shirt/ Kaos/ Daster
  6. Sandal Jepit                                                    
  7. Piring, Gelas,
  8. Kain Ihram
  9. Baju Ihram untuk Ibu-ibu (utamakan warna gelap) 
  10. Sabuk Hijau/ ihram
  11. Hanger/ Jepit Pakaian/ Peniti, Karet Gelang, Tas Kresek     
  12. Sarung/ Mukenah
  13. Tali Plastik/Tampar (bikin jemuran) 
  14. Paku Beton (bikin bikin centelan di kamar)
  15. Gunting Kecil & Alat Potong kuku, Alat cukur kumis   
  16. Bahan Makanan Kering: Sambal Goreng Tempe, Bumbu Pecel, Dendeng, Abon, saos Sambel, saos omat, Kecap, Bubuk Kopi/Instan, Mei Instan, Susu, Teh, Gula, Adem Sari, Jahe Merah,  Nutrisari dll           
  17. Obat-obatan sesuai keluhan                    
  18. Lampu Senter
  19. Payung lipat kecil
  20. Perlak atau alas plastik untuk wukuf  
  21. Sajadah  *
  22. Pisau Dapur 
  23. Selotip Besar/ Lakban 
  24. Deterjen, Sabun Cuci Piring + busa   
  25. Tissu, Kain Serbet       
  26. Sambungan Kabel, Rol Film + Battery, Spidol Besar   
  27. Jarum Benang, Benang    
  28. Palu untuk satu rombongan        
  29. Termos air panas kecil untuk di mudzdalifah
  30. Kombinasi colokan listri untuk 1 kamar 1


No.      BARANG BAWAAN DI TAS TENTENGAN        

1.      Seragam Haji Nasional                     
2.      T-Shirt/ Daster/ Baju tidur *                 
3.      Sarung/ Mukenah                 
4.      Sajadah Tipis *                  
5.      Pakaian Dalam  *                  
6.      Peralatan Mandi: sabun, sikat gigi, pasta gigi, handuk kecil   
7.      Buku Manasik dan doa sesuai dengan tuntunan Rasulullah
8.      Obat-obatan Penting *              
9.      Kamera Tustel/ digital + Battery              
10.    Sandal Jepit *                        
11.    Kain Ihram + sabuk/Baju Ihram untuk jamaah Gelombang II 

NO.  BARANG BAWAAN DI TAS PASPOR            

1.      Foto Copy BPIH & Kartu Keluarga               
2.      Buku Doa Manasik          
3.      Bila menyimpan uang                  
4.      Pas Foto ukuran 3X4               
5.      Ballpoin, Notes untuk catatan, serta nomor telepon penting

Catatan:
1. Untuk Jamaah Haji Perempuan Barang Bawaan bisa menyesuaikan dengan daftar barang bawan tersebut diatas.
2. Tanda *, bila diperlukan saja atau sebagai pelengkap bila tempat masih memungkinkan.

Daftar Barang yang Perlu Dibawa

NO.  BARANG BAWAAN DI TAS KOPER                    

  1. Baju Muslimah/ Baju Takwa
  2. Celana Panjang (sirwal)
  3. Celana Pendek *
  4. Celana Dalam (CD)/ Kaos Dalam/ Singlet
  5. T-Shirt/ Kaos/ Daster
  6. Sandal Jepit                                                    
  7. Piring, Gelas,
  8. Kain Ihram
  9. Baju Ihram untuk Ibu-ibu (utamakan warna gelap) 
  10. Sabuk Hijau/ ihram
  11. Hanger/ Jepit Pakaian/ Peniti, Karet Gelang, Tas Kresek     
  12. Sarung/ Mukenah
  13. Tali Plastik/Tampar (bikin jemuran) 
  14. Paku Beton (bikin bikin centelan di kamar)
  15. Gunting Kecil & Alat Potong kuku, Alat cukur kumis   
  16. Bahan Makanan Kering: Sambal Goreng Tempe, Bumbu Pecel, Dendeng, Abon, saos Sambel, saos omat, Kecap, Bubuk Kopi/Instan, Mei Instan, Susu, Teh, Gula, Adem Sari, Jahe Merah,  Nutrisari dll           
  17. Obat-obatan sesuai keluhan                    
  18. Lampu Senter
  19. Payung lipat kecil
  20. Perlak atau alas plastik untuk wukuf  
  21. Sajadah  *
  22. Pisau Dapur 
  23. Selotip Besar/ Lakban 
  24. Deterjen, Sabun Cuci Piring + busa   
  25. Tissu, Kain Serbet       
  26. Sambungan Kabel, Rol Film + Battery, Spidol Besar   
  27. Jarum Benang, Benang    
  28. Palu untuk satu rombongan        
  29. Termos air panas kecil untuk di mudzdalifah
  30. Kombinasi colokan listri untuk 1 kamar 1


No.      BARANG BAWAAN DI TAS TENTENGAN        

1.      Seragam Haji Nasional                     
2.      T-Shirt/ Daster/ Baju tidur *                 
3.      Sarung/ Mukenah                 
4.      Sajadah Tipis *                  
5.      Pakaian Dalam  *                  
6.      Peralatan Mandi: sabun, sikat gigi, pasta gigi, handuk kecil   
7.      Buku Manasik dan doa sesuai dengan tuntunan Rasulullah
8.      Obat-obatan Penting *              
9.      Kamera Tustel/ digital + Battery              
10.    Sandal Jepit *                        
11.    Kain Ihram + sabuk/Baju Ihram untuk jamaah Gelombang II 

NO.  BARANG BAWAAN DI TAS PASPOR            

1.      Foto Copy BPIH & Kartu Keluarga               
2.      Buku Doa Manasik          
3.      Bila menyimpan uang                  
4.      Pas Foto ukuran 3X4               
5.      Ballpoin, Notes untuk catatan, serta nomor telepon penting

Catatan:
1. Untuk Jamaah Haji Perempuan Barang Bawaan bisa menyesuaikan dengan daftar barang bawan tersebut diatas.
2. Tanda *, bila diperlukan saja atau sebagai pelengkap bila tempat masih memungkinkan.


  1. Latihan jalan kaki sebelum berangkat. Karena ibadah haji akan lebih banyak dilakukan dengan berjalan kaki.
  2. kurangi kegiatan yang tidak perlu.
  3. Istirahat dan tidur dengan cukup.
  4. Makan bergizi dan teratur.
  5. Banyak minur air Putih.
  6. Membawa obat-obatan yang biasa dipakai di tanah air.
Tips Hindari Batuk
  1. Bawa pakaian penghangat.
  2. Gunakan penghangat leher.
  3. bawa obat-obatan yang biasa dipakai di tanah air
  4. oleskan kayu putih atau balsam
  5. jangan minum air dingin 
  6. bawa jahe atau kencur
Tips Hindari Influenza
  1. Menjaga kebersihan diri dan makanan serta minuman.
  2. Cuci tangan.
  3. Istirahat yang cukup.
  4. Makan buah dan sayur.
  5. Pakailah masker agar tidak tertulas flu dari yang lain.
Tips Menahan Dingin
  1. Siapkan pakaian penghangat di tentengan
  2. Pakai serban
  3. pakai krim pelembab
  4. sering minum
  5. Minum madu
  6. Banyak Makan buah

Tips Bugar Saat Ibadah Haji dan Umroh


  1. Latihan jalan kaki sebelum berangkat. Karena ibadah haji akan lebih banyak dilakukan dengan berjalan kaki.
  2. kurangi kegiatan yang tidak perlu.
  3. Istirahat dan tidur dengan cukup.
  4. Makan bergizi dan teratur.
  5. Banyak minur air Putih.
  6. Membawa obat-obatan yang biasa dipakai di tanah air.
Tips Hindari Batuk
  1. Bawa pakaian penghangat.
  2. Gunakan penghangat leher.
  3. bawa obat-obatan yang biasa dipakai di tanah air
  4. oleskan kayu putih atau balsam
  5. jangan minum air dingin 
  6. bawa jahe atau kencur
Tips Hindari Influenza
  1. Menjaga kebersihan diri dan makanan serta minuman.
  2. Cuci tangan.
  3. Istirahat yang cukup.
  4. Makan buah dan sayur.
  5. Pakailah masker agar tidak tertulas flu dari yang lain.
Tips Menahan Dingin
  1. Siapkan pakaian penghangat di tentengan
  2. Pakai serban
  3. pakai krim pelembab
  4. sering minum
  5. Minum madu
  6. Banyak Makan buah


  1. Bila ingin keluar pondokan pergilah secara rombonga. Selain aman, terjaga, juga dapat saling mengingatkan.
  2. Hafalkan jalan saat keluar pemondokan. Jika tidak hapal kemungkinan besar mudah tersesat. Jika tersesat carilah petugas yang ada (biasanya berseragam biru muda).
  3. Jangan mudah percaya pada orang yang baru dikenal. Kadang penipu atau penjahat yang beroperasi di Mesjidil Haram adalah orang Indonesia juga.
  4. Jangan menitip barang kepada orang yang baru dikenal.Titiplah pada rekan serombongan. Ini penting untuk mencegah penipuan.
  5. Di sekitar pelataran mesjid juga ada sektor khusu untuk menangani persoalan jamaah seperti tersesat di jalan.
  6. Miliki nomor telpon jemaah lain atau hotel tempat tinggal. sehingga ketika tersesat bisa dihubungi dan mudah mencari.

Tips Agar Aman Selama Menjalankan Ibadah Haji


  1. Bila ingin keluar pondokan pergilah secara rombonga. Selain aman, terjaga, juga dapat saling mengingatkan.
  2. Hafalkan jalan saat keluar pemondokan. Jika tidak hapal kemungkinan besar mudah tersesat. Jika tersesat carilah petugas yang ada (biasanya berseragam biru muda).
  3. Jangan mudah percaya pada orang yang baru dikenal. Kadang penipu atau penjahat yang beroperasi di Mesjidil Haram adalah orang Indonesia juga.
  4. Jangan menitip barang kepada orang yang baru dikenal.Titiplah pada rekan serombongan. Ini penting untuk mencegah penipuan.
  5. Di sekitar pelataran mesjid juga ada sektor khusu untuk menangani persoalan jamaah seperti tersesat di jalan.
  6. Miliki nomor telpon jemaah lain atau hotel tempat tinggal. sehingga ketika tersesat bisa dihubungi dan mudah mencari.

Sabtu, 16 November 2013

  1. Persyaratan permohonan Paspor Biasa untuk pengajuan pertama kali terdiri atas:
    1. Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang masih berlaku;
    2. Kartu Keluarga (KK);
    3. Akte/Surat kelahiran atau surat nikah atau ijazah atau surat keterangan Kepala Kantor Kementerian Agama di provinsi/kabupaten/kota setempat dan Direktorat Pelayanan Haji Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah yang berisi identitas Jemaah haji; dan
    4. Surat rekomendasi Kepala Kantor kementerian Agama di Kabupaten/Kota setempat.

Pengurusan Paspor Jemaah Haji secara Online

  1. Persyaratan permohonan Paspor Biasa untuk pengajuan pertama kali terdiri atas:
    1. Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang masih berlaku;
    2. Kartu Keluarga (KK);
    3. Akte/Surat kelahiran atau surat nikah atau ijazah atau surat keterangan Kepala Kantor Kementerian Agama di provinsi/kabupaten/kota setempat dan Direktorat Pelayanan Haji Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah yang berisi identitas Jemaah haji; dan
    4. Surat rekomendasi Kepala Kantor kementerian Agama di Kabupaten/Kota setempat.

Bagaimana mengurus jemaah haji yang meninggal saat di Mekah dan Madinah? Saya punya pengalaman mengurus jemaah yang meninggal pada tahun 2008. Semoga pengalaman ini bermanfaat.

Pengurusannya sebetulnya sangat simpel. Yang pertama harus dilakukan adalah lapor kepada ketua kloter. Ketua kloter akan mengecek jemaah ditemani oleh dokter, untuk memastikan dan mencatat sebab-sebab kematian jemaah.

Pengurusan Jenazah Jemaah Haji

Bagaimana mengurus jemaah haji yang meninggal saat di Mekah dan Madinah? Saya punya pengalaman mengurus jemaah yang meninggal pada tahun 2008. Semoga pengalaman ini bermanfaat.

Pengurusannya sebetulnya sangat simpel. Yang pertama harus dilakukan adalah lapor kepada ketua kloter. Ketua kloter akan mengecek jemaah ditemani oleh dokter, untuk memastikan dan mencatat sebab-sebab kematian jemaah.

Link Me

Viva Log

Popular Posts

Doa Haji

Diagram Haji tamattu'

Diberdayakan oleh Blogger.

Total Tayangan Halaman

back to top