• Featured 1
  • Featured 2
  • Featured 3
  • Latest Posts

    Senin, 06 Oktober 2014

    Pemakaman Baqi di Madinah sangat termasyhur untuk dikunjungi oleh para traveler yang pergi ke Tanah Suci, baik untuk ibadah umroh maupun haji seperti sekarang ini. Mereka mendoakan arwah para syuhada dan sahabat nabi.

    Saat di Madinah, baik dalam rangkaian umroh atau haji, berziarah ke makam Baqi menjadi satu hal yang menarik dan penting. Menurut beberapa literatur, di sini dikuburkan hampir 10.000 sahabat Nabi Muhammad SAW.

    Baqi Al Gharqad merupakan komplek perkuburan sejak zaman Nabi Muhammad SAW. Letaknya hanya 30 meter di sebelah utara Masjid Nabawi. Pada waktu zaman nabi, Baqi berada di luar wilayah Madinah. Sekarang, dengan perkembangan Kota Madinah yang sangat pesat, pekuburan ini seakan sudah menyatu dengan Masjid Nabawi sendiri.

    Baqi Al Gharqad, terdiri dari tanah yang lembut dan tidak berbatu-batu. Karena sebab itulah, tempat ini dijadikan tempat pekuburan. Baqi memiliki luas sekitar 138.000 meter persegi. Di sekitarnya, dibangun pagar tembok dengan jeruji besi yang tinggi.

    Baqi biasa dibuka pada waktu setelah subuh hingga pukul 09.00 pagi, dan setelah Ashar hingga menjelang Maghrib. Selain waktu itu, Baqi tertutup buat umum. Selain itu, Baqi(dan komplek kuburan lainnya di Arab terlarang buat para wanita. Sebetulnya sangat disayangkan kalau kuburan bersejarah ini dibatasi waktu ziarahnya dan pengunjungnya. Mengingat manfaat dari sejarah yang terdapat pada orang-orang yang dikuburnya.

    Saat ini Baqi hanya terdiri dari hamparan tanah merah dan batu tanpa ada penanda siapa yang dikuburkan. Sayang, padahal setiap jamaah selalu bertanya siapa yang dikuburkan di situ. Jawabannya biasanya standar saja, "Wallahu a'lam". Hal itu pernah menjadi anekdot teman saya yang tidak bisa bahasa Arab. Karena setiap pertanyaan selalu dijawab seperti itu, dia bertanya sama saya, "Memangnya ada berapa sahabat Nabi yang namanya Walahu a'lam?". Saya tertawa dan kemudian menjelaskannya.

    Sebetulnya Baqi sempat dipenuhi dengan bangunan-bangunan yang sekaligus menjadi penanda siapa yang dikuburkan di situ. Adanya bangunan itu bukan untuk menyekutukan Allah, namun untuk menjadi penghormatan akan yang dikuburkan. Sayangnya pada masa awal pemerintahan Saudi, bangunan-bangunan indah ini dihancurkan. Saat ini sangat sulit mengetahui siapa saja yang dikuburkan di situ.

    Saya biasanya menyempatkan diri untuk berziarah pada pagi hari atau sore. Sebab Baqi memang hanya dibuka di dua waktu itu saja. Tak jauh dari gerbang, saya melangkahkan kaki ke arah sebelah beberapa kuburan yang juga dipagar besi. Saya sempatkan berziarah dan berdoa. Orang-orang sudah berkumpul dan bergerombol di tempat itu. Biasanya didominasi para pencinta Ahlul Bait dari Iran, Afghanistan, Pakistan, India dan Indonesia.

    Di kuburan yang dipagar besi, dikuburkan keluarga terdekat Nabi. Di situ dikuburkan, Imam Hasan putra tertua dari Imam Ali bin Abi Thalib dan Ibunda Fatimah. Artinya Imam Hasan adalah cucu Nabi. Berjejer bersamanya, ada kubur Imam Zainal Abidin, Imam Baqir dan Imam Ja'far Shadiq. Masih di situ, ada kuburan Fathimah binti Asad, ibunda dari Imam Ali bin Abi Thalib dan dikubur juga Abbas bin Abdul Muthalib yang merupakan Paman Nabi.

    Setelah selesai berdoa, kaki melangkah lagi menuju kuburan para istri Nabi seperti Siti Aisyah binti Abu Bakar, Ummu Salamah, Juwairiyah, Zainab, Hafsah binti Umar Bin Khattab, Shafiyah, dan Mariyah Al Qibthiyah. Di sebelahnya dikuburkan, Zainab, Ummi Kaltsum dan Ruqayyah.

    Konon Utsman bin Affan khalifah ketiga, juga dikuburkan di Baqi pada bagian ujung. Walaupun literatur yang lebih kuat mengatakan, bahwa itu kuburannya Utsman bin Madz'un, sahabat nabi yang didoakan muda terus oleh nabi. Hingga akhir hayatnya, Utsman bin Madz'un awet muda selalu.

    Dialah yang ketika dikubur, Rasulullah sendiri yang menerima mayatnya di liang kubur. Agak melingkar ke arah dekat tembok pembatas, ditemukan makam Halimatus Sa'diyah ibu susuan Rasul SAW dan Shafiyah saudara ibu. Tak jauh darinya, ada kuburan dari para syuhada Uhud.

    Berjalan pulang menyusuri sisi tembok bagian timur, akan mengantar pada kuburan paling ujung dan sejajar dengan pintu gerbang. Di situ ada kuburan Ummul Banin, istri dari Imam Ali bin Abi Thalib setelah Fatimah meninggal. Dari Ummul Banin inilah Imam Ali memiliki anak bernama Abu Al Fadhl Abbas yang kemudian menjadi pembantu paling utama saudara beda ibu, yaitu Imam Husein, di Karbala.

    Akhirnya menyusuri gundukan tanah hanya bertanda bebatuan itu selesai. Sambil mengucap salam, kembali saya mengucap doa agar selalu bisa berziarah ke Baqi Al Gharqad. Semoga satu saat nanti para traveler juga berkesempatan berziarah ke pemakaman Baqi.

    Dimuat juga di detikTravel Community

    Ini Dia Makam Keluarga & Sahabat Nabi Muhammad di Madinah

    Pemakaman Baqi di Madinah sangat termasyhur untuk dikunjungi oleh para traveler yang pergi ke Tanah Suci, baik untuk ibadah umroh maupun haji seperti sekarang ini. Mereka mendoakan arwah para syuhada dan sahabat nabi.

    Saat di Madinah, baik dalam rangkaian umroh atau haji, berziarah ke makam Baqi menjadi satu hal yang menarik dan penting. Menurut beberapa literatur, di sini dikuburkan hampir 10.000 sahabat Nabi Muhammad SAW.

    Baqi Al Gharqad merupakan komplek perkuburan sejak zaman Nabi Muhammad SAW. Letaknya hanya 30 meter di sebelah utara Masjid Nabawi. Pada waktu zaman nabi, Baqi berada di luar wilayah Madinah. Sekarang, dengan perkembangan Kota Madinah yang sangat pesat, pekuburan ini seakan sudah menyatu dengan Masjid Nabawi sendiri.

    Baqi Al Gharqad, terdiri dari tanah yang lembut dan tidak berbatu-batu. Karena sebab itulah, tempat ini dijadikan tempat pekuburan. Baqi memiliki luas sekitar 138.000 meter persegi. Di sekitarnya, dibangun pagar tembok dengan jeruji besi yang tinggi.

    Baqi biasa dibuka pada waktu setelah subuh hingga pukul 09.00 pagi, dan setelah Ashar hingga menjelang Maghrib. Selain waktu itu, Baqi tertutup buat umum. Selain itu, Baqi(dan komplek kuburan lainnya di Arab terlarang buat para wanita. Sebetulnya sangat disayangkan kalau kuburan bersejarah ini dibatasi waktu ziarahnya dan pengunjungnya. Mengingat manfaat dari sejarah yang terdapat pada orang-orang yang dikuburnya.

    Saat ini Baqi hanya terdiri dari hamparan tanah merah dan batu tanpa ada penanda siapa yang dikuburkan. Sayang, padahal setiap jamaah selalu bertanya siapa yang dikuburkan di situ. Jawabannya biasanya standar saja, "Wallahu a'lam". Hal itu pernah menjadi anekdot teman saya yang tidak bisa bahasa Arab. Karena setiap pertanyaan selalu dijawab seperti itu, dia bertanya sama saya, "Memangnya ada berapa sahabat Nabi yang namanya Walahu a'lam?". Saya tertawa dan kemudian menjelaskannya.

    Sebetulnya Baqi sempat dipenuhi dengan bangunan-bangunan yang sekaligus menjadi penanda siapa yang dikuburkan di situ. Adanya bangunan itu bukan untuk menyekutukan Allah, namun untuk menjadi penghormatan akan yang dikuburkan. Sayangnya pada masa awal pemerintahan Saudi, bangunan-bangunan indah ini dihancurkan. Saat ini sangat sulit mengetahui siapa saja yang dikuburkan di situ.

    Saya biasanya menyempatkan diri untuk berziarah pada pagi hari atau sore. Sebab Baqi memang hanya dibuka di dua waktu itu saja. Tak jauh dari gerbang, saya melangkahkan kaki ke arah sebelah beberapa kuburan yang juga dipagar besi. Saya sempatkan berziarah dan berdoa. Orang-orang sudah berkumpul dan bergerombol di tempat itu. Biasanya didominasi para pencinta Ahlul Bait dari Iran, Afghanistan, Pakistan, India dan Indonesia.

    Di kuburan yang dipagar besi, dikuburkan keluarga terdekat Nabi. Di situ dikuburkan, Imam Hasan putra tertua dari Imam Ali bin Abi Thalib dan Ibunda Fatimah. Artinya Imam Hasan adalah cucu Nabi. Berjejer bersamanya, ada kubur Imam Zainal Abidin, Imam Baqir dan Imam Ja'far Shadiq. Masih di situ, ada kuburan Fathimah binti Asad, ibunda dari Imam Ali bin Abi Thalib dan dikubur juga Abbas bin Abdul Muthalib yang merupakan Paman Nabi.

    Setelah selesai berdoa, kaki melangkah lagi menuju kuburan para istri Nabi seperti Siti Aisyah binti Abu Bakar, Ummu Salamah, Juwairiyah, Zainab, Hafsah binti Umar Bin Khattab, Shafiyah, dan Mariyah Al Qibthiyah. Di sebelahnya dikuburkan, Zainab, Ummi Kaltsum dan Ruqayyah.

    Konon Utsman bin Affan khalifah ketiga, juga dikuburkan di Baqi pada bagian ujung. Walaupun literatur yang lebih kuat mengatakan, bahwa itu kuburannya Utsman bin Madz'un, sahabat nabi yang didoakan muda terus oleh nabi. Hingga akhir hayatnya, Utsman bin Madz'un awet muda selalu.

    Dialah yang ketika dikubur, Rasulullah sendiri yang menerima mayatnya di liang kubur. Agak melingkar ke arah dekat tembok pembatas, ditemukan makam Halimatus Sa'diyah ibu susuan Rasul SAW dan Shafiyah saudara ibu. Tak jauh darinya, ada kuburan dari para syuhada Uhud.

    Berjalan pulang menyusuri sisi tembok bagian timur, akan mengantar pada kuburan paling ujung dan sejajar dengan pintu gerbang. Di situ ada kuburan Ummul Banin, istri dari Imam Ali bin Abi Thalib setelah Fatimah meninggal. Dari Ummul Banin inilah Imam Ali memiliki anak bernama Abu Al Fadhl Abbas yang kemudian menjadi pembantu paling utama saudara beda ibu, yaitu Imam Husein, di Karbala.

    Akhirnya menyusuri gundukan tanah hanya bertanda bebatuan itu selesai. Sambil mengucap salam, kembali saya mengucap doa agar selalu bisa berziarah ke Baqi Al Gharqad. Semoga satu saat nanti para traveler juga berkesempatan berziarah ke pemakaman Baqi.

    Dimuat juga di detikTravel Community

    Jumat, 12 September 2014

    Berangkat umroh atau haji, adalah sebuah kesempatan untuk menapaki jejak-jejak sejarah yang berkaitan dengan Rasulullah saw. Mekah dan Medinah menjadi tempat yang cocok untuk bisa menelusuri jejak-jejak itu. Sebab di sini bertebaran situs yang berkaitan dengan peristiwa dakwah Nabi saw.

    Mesjid Mubahalah

    Berangkat umroh atau haji, adalah sebuah kesempatan untuk menapaki jejak-jejak sejarah yang berkaitan dengan Rasulullah saw. Mekah dan Medinah menjadi tempat yang cocok untuk bisa menelusuri jejak-jejak itu. Sebab di sini bertebaran situs yang berkaitan dengan peristiwa dakwah Nabi saw.

    Selasa, 03 Juni 2014

    VIVAnews - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah menandatangani Peraturan Presiden Nomor 49 Tahun 2014 tentang Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) Tahun 2014 pada Jumat lalu, 30 Mei 2014.
    Tahun ini, pemerintah telah menentukan rata-rata besaran BPIH sebesar US$3.218,48. Bila dibandingkan dengan BPIH tahun 2013, besaran rata-rata BPIH tahun ini mengalami penurunan sebesar US$308,52. Sedangkan tahun lalu, pemerintah menetapkan BPIH sebesar US$3.527.

    BPIH Tahun 2014 ini meliputi biaya penerbangan haji, biaya pemondokan di Makkah, dan biaya hidup per masing-masing bandara keberangkatan atau embarkasi.

    Berikut rincian BPIH untuk masing-masing embarkasi seperti dilansir laman Setkab.go.id, Rabu 4 Juni 2014.

    1. Aceh          (US$2,932,9 atau Rp34.690.341.2)
    2. Medan        (US$2,978,9 atau Rp35.234.429.2)
    3. Batam        (US$3,043,9 atau Rp36.003.249.2)
    4. Padang       (US$3,016,9 atau Rp35.683.893.2)
    5. Palembang  (US$3,070,9 atau Rp36.322.605.2)
    6. Jakarta        (US$3,211,9 atau Rp37.990.353.2)
    7. Solo            (US$3,231,9 atau Rp38.226.913.2)
    8. Surabaya     (US$3,308,9 atau Rp39.137.669.2)
    9. Banjarmasin (US$3,422,9 atau Rp40.486.061.2)
    10. Balikpapan  (US$3,433,9 atau Rp40.616.169.2)
    11. Makassar     (US$3,496,9 atau Rp41.361.333.2)
    12. Lombok       (US$3,471,9 atau Rp41.065.633.2)

    Ket. Berdasarkan kurs rupiah Rabu, 4 Juni 2014, US$1 = Rp11.828. 

    Adapun besaran BPIH bagi Jemaah Haji yang mengikuti Penyelenggaraan Ibadah Haji Khusus akan ditetapkan oleh Menteri Agama.

    "Besaran BPIH Tahun 1435H/2014M dilakukan dengan mata uang dolar AS atau mata uang rupiah sesuai kurs jual transaksi Bank Indonesia yang berlaku pada hari dan tanggal pembayaran," bunyi Pasal 4 Ayat (2) Perpres tersebut.

    Melalui Perpres tersebut, Presiden memerintahkan Bank Indonesia menyiapkan valutas asing sesuai dengan kebutuhan pembayaran BPIH Tahun 1435H/2014M.

    "BPIH disetorkan kepada rekening Menteri Agama melalui Bank Penerima Setoran (BPS) BPIH," bunyi Pasal 5 Perpres tersebut.

    Dalam Peraturan Presiden Nomor 49 Tahun 2014 ini juga disebutkan, Jemaah Haji menerima pengembalian BPIH dalam hal: a. Meninggal dunia sebelum berangkat menunaikan ibadah haji; atau b. Batal keberangkatannya karena alasan kesehatan atau alasan lain yang sah.

    Perpres imi juga menjelaskan bagi Jemaah Haji yang telah melunasi BPIH Tahun 1434H/2013M dan akan menunaikan ibadah Haji tahun ini, namun tertunda keberangkatannya akibat pengurangan kuota akan mendapatkan pengembalian BPIH sebesar selisih antara besaran BPIH Tahun 1434H/2013M dengan besaran BPIH Tahun 1434H/2014M.

    Ketentuan lebih lanjut terkait pelaksanaan Perpres mengenai BPIH ini akan ditetapkan oleh Menteri Agama.

    "Peraturan Presiden ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan," bunyi Pasal 10 Peraturan Presiden yang diundangkan oleh Menteri Hukum dan HAM Amir Syamsudin pada 3 Juni 2014 itu. (asp)

    Biaya Haji tahun 2014

    VIVAnews - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah menandatangani Peraturan Presiden Nomor 49 Tahun 2014 tentang Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) Tahun 2014 pada Jumat lalu, 30 Mei 2014.
    Tahun ini, pemerintah telah menentukan rata-rata besaran BPIH sebesar US$3.218,48. Bila dibandingkan dengan BPIH tahun 2013, besaran rata-rata BPIH tahun ini mengalami penurunan sebesar US$308,52. Sedangkan tahun lalu, pemerintah menetapkan BPIH sebesar US$3.527.

    BPIH Tahun 2014 ini meliputi biaya penerbangan haji, biaya pemondokan di Makkah, dan biaya hidup per masing-masing bandara keberangkatan atau embarkasi.

    Berikut rincian BPIH untuk masing-masing embarkasi seperti dilansir laman Setkab.go.id, Rabu 4 Juni 2014.

    1. Aceh          (US$2,932,9 atau Rp34.690.341.2)
    2. Medan        (US$2,978,9 atau Rp35.234.429.2)
    3. Batam        (US$3,043,9 atau Rp36.003.249.2)
    4. Padang       (US$3,016,9 atau Rp35.683.893.2)
    5. Palembang  (US$3,070,9 atau Rp36.322.605.2)
    6. Jakarta        (US$3,211,9 atau Rp37.990.353.2)
    7. Solo            (US$3,231,9 atau Rp38.226.913.2)
    8. Surabaya     (US$3,308,9 atau Rp39.137.669.2)
    9. Banjarmasin (US$3,422,9 atau Rp40.486.061.2)
    10. Balikpapan  (US$3,433,9 atau Rp40.616.169.2)
    11. Makassar     (US$3,496,9 atau Rp41.361.333.2)
    12. Lombok       (US$3,471,9 atau Rp41.065.633.2)

    Ket. Berdasarkan kurs rupiah Rabu, 4 Juni 2014, US$1 = Rp11.828. 

    Adapun besaran BPIH bagi Jemaah Haji yang mengikuti Penyelenggaraan Ibadah Haji Khusus akan ditetapkan oleh Menteri Agama.

    "Besaran BPIH Tahun 1435H/2014M dilakukan dengan mata uang dolar AS atau mata uang rupiah sesuai kurs jual transaksi Bank Indonesia yang berlaku pada hari dan tanggal pembayaran," bunyi Pasal 4 Ayat (2) Perpres tersebut.

    Melalui Perpres tersebut, Presiden memerintahkan Bank Indonesia menyiapkan valutas asing sesuai dengan kebutuhan pembayaran BPIH Tahun 1435H/2014M.

    "BPIH disetorkan kepada rekening Menteri Agama melalui Bank Penerima Setoran (BPS) BPIH," bunyi Pasal 5 Perpres tersebut.

    Dalam Peraturan Presiden Nomor 49 Tahun 2014 ini juga disebutkan, Jemaah Haji menerima pengembalian BPIH dalam hal: a. Meninggal dunia sebelum berangkat menunaikan ibadah haji; atau b. Batal keberangkatannya karena alasan kesehatan atau alasan lain yang sah.

    Perpres imi juga menjelaskan bagi Jemaah Haji yang telah melunasi BPIH Tahun 1434H/2013M dan akan menunaikan ibadah Haji tahun ini, namun tertunda keberangkatannya akibat pengurangan kuota akan mendapatkan pengembalian BPIH sebesar selisih antara besaran BPIH Tahun 1434H/2013M dengan besaran BPIH Tahun 1434H/2014M.

    Ketentuan lebih lanjut terkait pelaksanaan Perpres mengenai BPIH ini akan ditetapkan oleh Menteri Agama.

    "Peraturan Presiden ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan," bunyi Pasal 10 Peraturan Presiden yang diundangkan oleh Menteri Hukum dan HAM Amir Syamsudin pada 3 Juni 2014 itu. (asp)

    Kamis, 23 Januari 2014

    Mainan yang dulu jadi pavorit
    Tak afdhol rasanya pulang haji/umroh tak membawa oleh-oleh. Walau sedikit jemaah haji pasti akan membeli oleh-oleh untuk sanak keluarganya. Nah  di madinah ada tempat belanja grosiran yang tentu saja lebih murah dibanding membeli di pinggir jalan atau toko biasa. 

    Harga di sini sudah murah. Sebagai perbandingan, sebuah kaos kaki motif yang dijual di pinggir jalan 3 Rls, di tempat grosiran ini cuma 1 Rls saja. Oh ya, karena ini tempat grosiran maka anda tidak bisa membeli satuan harus membeli satu kodi, atau satu lusin. Harga di tempat grosiran ini sudah pas dan tak bisa ditawar. Kalau menawar bisa-bisa anda diusir pemilik toko.

    Kawasan grosiran ini terletak di jalan wilayah jalan Abu Dzar Al Ghifarim berdekatan dengan Mesjid Abu Dzar dan Hotel Madinah Kareem. Di situ berjajar toko-toko grosir hingga ke jalan kecil di dalamnya.


    Peta bisa dilihat di tautan ini atau diikuti petanya 

    <iframe width="425" height="350" frameborder="0" scrolling="no" marginheight="0" marginwidth="0" src="https://www.google.com/maps?t=f&amp;sll=24.4750795,39.6136702&amp;sspn=0.0299978,0.0439465&amp;saddr=24.4716451,39.6112047&amp;daddr=24.4751955,39.6134823&amp;dirflg=w&amp;ie=UTF8&amp;ll=24.473517,39.61367&amp;spn=0.003744,0.004944&amp;ecpose=24.46746629,39.61384162,1463.22,0,40.594,-0.001&amp;geocode=FV1odQEdRWtcAg%3BFTx2dQEdKnRcAg&amp;output=embed"></iframe><br /><small><a href="https://www.google.com/maps?t=f&amp;sll=24.4750795,39.6136702&amp;sspn=0.0299978,0.0439465&amp;saddr=24.4716451,39.6112047&amp;daddr=24.4751955,39.6134823&amp;dirflg=w&amp;ie=UTF8&amp;ll=24.473517,39.61367&amp;spn=0.003744,0.004944&amp;ecpose=24.46746629,39.61384162,1463.22,0,40.594,-0.001&amp;geocode=FV1odQEdRWtcAg%3BFTx2dQEdKnRcAg&amp;source=embed" style="color:#0000FF;text-align:left">Lihat Peta Lebih Besar</a></small>

    Tempat Belanja Grosiran di Madinah

    Mainan yang dulu jadi pavorit
    Tak afdhol rasanya pulang haji/umroh tak membawa oleh-oleh. Walau sedikit jemaah haji pasti akan membeli oleh-oleh untuk sanak keluarganya. Nah  di madinah ada tempat belanja grosiran yang tentu saja lebih murah dibanding membeli di pinggir jalan atau toko biasa. 

    Harga di sini sudah murah. Sebagai perbandingan, sebuah kaos kaki motif yang dijual di pinggir jalan 3 Rls, di tempat grosiran ini cuma 1 Rls saja. Oh ya, karena ini tempat grosiran maka anda tidak bisa membeli satuan harus membeli satu kodi, atau satu lusin. Harga di tempat grosiran ini sudah pas dan tak bisa ditawar. Kalau menawar bisa-bisa anda diusir pemilik toko.

    Kawasan grosiran ini terletak di jalan wilayah jalan Abu Dzar Al Ghifarim berdekatan dengan Mesjid Abu Dzar dan Hotel Madinah Kareem. Di situ berjajar toko-toko grosir hingga ke jalan kecil di dalamnya.


    Peta bisa dilihat di tautan ini atau diikuti petanya 

    <iframe width="425" height="350" frameborder="0" scrolling="no" marginheight="0" marginwidth="0" src="https://www.google.com/maps?t=f&amp;sll=24.4750795,39.6136702&amp;sspn=0.0299978,0.0439465&amp;saddr=24.4716451,39.6112047&amp;daddr=24.4751955,39.6134823&amp;dirflg=w&amp;ie=UTF8&amp;ll=24.473517,39.61367&amp;spn=0.003744,0.004944&amp;ecpose=24.46746629,39.61384162,1463.22,0,40.594,-0.001&amp;geocode=FV1odQEdRWtcAg%3BFTx2dQEdKnRcAg&amp;output=embed"></iframe><br /><small><a href="https://www.google.com/maps?t=f&amp;sll=24.4750795,39.6136702&amp;sspn=0.0299978,0.0439465&amp;saddr=24.4716451,39.6112047&amp;daddr=24.4751955,39.6134823&amp;dirflg=w&amp;ie=UTF8&amp;ll=24.473517,39.61367&amp;spn=0.003744,0.004944&amp;ecpose=24.46746629,39.61384162,1463.22,0,40.594,-0.001&amp;geocode=FV1odQEdRWtcAg%3BFTx2dQEdKnRcAg&amp;source=embed" style="color:#0000FF;text-align:left">Lihat Peta Lebih Besar</a></small>

    Rabu, 22 Januari 2014

    Living cost adalah biaya hidup selama jemaah haji melaksanakan Ibadah haji. Sebenarnya living cost yang SR 1500 itu cukup untuk makan selama haji. Namun karena barang-barang yang dijual di sana pun mengalami kenaikan, khususnya bahan makanan yang berasal dari tanah air, maka living cost dipastikan terasa sempit. Bayankan saja, bumbu-bumbu yang bisa dibeli dengan murah di tanah air dibeli dengan harga 5 x lipat lebih mahal jika berada di saudi.

    Saya ingin membagi tips untuk menghemat living cost agar ibadah menjadi lebih tenang.


    1. Bawa bahan makanan dari tanah air
    Ketika akan pergi, koper dalam keadaan kosong. Sangat memungkinkan untuk membawa bahan makanan ke dalam koper. Mie instan, bumbu-bumbu, makanan yang cukup tahan lama, sambal, dll dapat dibawa ke dalam koper. Beberapa teman bahkan membawa beras dari tanah air. Bahan-bahan itu jelas lebih murah dibeli di Indonesia ketimbang di saudi.

    2. Memasak 
    Memasak sendiri lebih murah dibanding dengan membeli. Bisa saja jemaah membeli peralatan menanak nasi yang multiguna sehingga bisa dipergunakan untuk berbagai kebutuhan. hal ini bisa mengurangi beban biaya, apalagi jika dilakukan secara kolektif.

    3. Menyediakan air minum sendiri
    Hotel tidak menyediakan air minum. Jadi jamaah sendiri yang mesti menyediakan. Jika setiap hari harus membeli air kemasan yang harganya lebih mahal dari bensin bisa jebol living cost nya. maka untuk menyiasatinya jemaah harus membawa air dari tempat penyediaan air minum. Air zam-zam adalah air gratis yang bisa dibawa ke kamar. Beli saja galon plastik yang bisa dilipat ketika tidak dipakai sehingga diperbolehkan dibawa ke haram. Pulangnya bawalah air zam-zam itu dan kebutuhan air akan terpenuhi dan anda tak perlu mengeluarkan uang untuk air yang bisa didapat gratis.

    4. Bawa perlengkapan cuci
    Sabun cuci juga cukup sering dipakai di saudi. Anda bisa saja beli tapi dengan harga yang lebih mahal, Tak ada salahnya toh untuk berhemat dengan membawa dari tanah air.

    5. Pergunakan bis
    Bis jauh lebih murah ketimbang taksi. Buat umroh ke tanim saja cuma 4 real PP. sementara pakai taksi harus merogoh 10 rls.


    PERINGATAN : 
    jangan membawa barang/bahan makanan yang dilarang masuk ke dalam pesawat

    Tips Menghemat Living Cost saat Haji

    Living cost adalah biaya hidup selama jemaah haji melaksanakan Ibadah haji. Sebenarnya living cost yang SR 1500 itu cukup untuk makan selama haji. Namun karena barang-barang yang dijual di sana pun mengalami kenaikan, khususnya bahan makanan yang berasal dari tanah air, maka living cost dipastikan terasa sempit. Bayankan saja, bumbu-bumbu yang bisa dibeli dengan murah di tanah air dibeli dengan harga 5 x lipat lebih mahal jika berada di saudi.

    Saya ingin membagi tips untuk menghemat living cost agar ibadah menjadi lebih tenang.


    1. Bawa bahan makanan dari tanah air
    Ketika akan pergi, koper dalam keadaan kosong. Sangat memungkinkan untuk membawa bahan makanan ke dalam koper. Mie instan, bumbu-bumbu, makanan yang cukup tahan lama, sambal, dll dapat dibawa ke dalam koper. Beberapa teman bahkan membawa beras dari tanah air. Bahan-bahan itu jelas lebih murah dibeli di Indonesia ketimbang di saudi.

    2. Memasak 
    Memasak sendiri lebih murah dibanding dengan membeli. Bisa saja jemaah membeli peralatan menanak nasi yang multiguna sehingga bisa dipergunakan untuk berbagai kebutuhan. hal ini bisa mengurangi beban biaya, apalagi jika dilakukan secara kolektif.

    3. Menyediakan air minum sendiri
    Hotel tidak menyediakan air minum. Jadi jamaah sendiri yang mesti menyediakan. Jika setiap hari harus membeli air kemasan yang harganya lebih mahal dari bensin bisa jebol living cost nya. maka untuk menyiasatinya jemaah harus membawa air dari tempat penyediaan air minum. Air zam-zam adalah air gratis yang bisa dibawa ke kamar. Beli saja galon plastik yang bisa dilipat ketika tidak dipakai sehingga diperbolehkan dibawa ke haram. Pulangnya bawalah air zam-zam itu dan kebutuhan air akan terpenuhi dan anda tak perlu mengeluarkan uang untuk air yang bisa didapat gratis.

    4. Bawa perlengkapan cuci
    Sabun cuci juga cukup sering dipakai di saudi. Anda bisa saja beli tapi dengan harga yang lebih mahal, Tak ada salahnya toh untuk berhemat dengan membawa dari tanah air.

    5. Pergunakan bis
    Bis jauh lebih murah ketimbang taksi. Buat umroh ke tanim saja cuma 4 real PP. sementara pakai taksi harus merogoh 10 rls.


    PERINGATAN : 
    jangan membawa barang/bahan makanan yang dilarang masuk ke dalam pesawat

    Minggu, 12 Januari 2014

    Penyusun : KH. Muchtar Adam
    Minimal pembelian : 5 exp.
    Ukuran : 10 x 10 cm
    Pemesanan : 08156128434

    Buku doa yang tepat untuk menemani manasik haji dan umroh anda.
    Singkat, tepat dan padat.

    SEGERA MILIKI


    Buku Doa Haji

    Penyusun : KH. Muchtar Adam
    Minimal pembelian : 5 exp.
    Ukuran : 10 x 10 cm
    Pemesanan : 08156128434

    Buku doa yang tepat untuk menemani manasik haji dan umroh anda.
    Singkat, tepat dan padat.

    SEGERA MILIKI


    Rabu, 08 Januari 2014

    Sebelum Anda berumrah ada beberapa amalan penting yang tidak boleh dilupakan. Dan amalan ini merupakan penyempurna ibadah Umroh itu sendiri, karena peroleh Mabrur atau MAqbul dalam Umroh itu terkait dengan amalan sebelum berangkat. Karena tidak mungkin bahwa Mabrur, soleh ataupun takwa itu sendiri diperoleh hanya dalam waktu 1 minggu saja tanpa persiapan lahir batin di tanah air.
    Persiapan Di Tanah Air
    Persiapan Dhohir
    • Bertobat dari segala dosa dan maksiat, baik dosa kepada Allah Swt, yaitu pelanggaran dari segala larangan-Nya dan keengganan melaksanakan perintahNya, maupun dosa kepada sesama manusia.
    • Meminta izin orang tua atau yang dituakannya.
    • Membayar segala utang, mengembalikan harta yang diperoleh dengan cara zhalim (korupsi) dan aniaya (merampas hak orang lain).
    • Dana yang digunakan benar-benar halal dan bersih.
    • Menyiapkan nafkah yang cukup bagi keluarga yang ditinggalkan.
    • Banyak bersedekah kepada dhuafa, fakir dan miskin.
    • Carilah kawan seperjalanan yang saleh, yang baik, senang menolong, sering mengingatkan jika lupa, suka menegur jika ada kesalahan, memotivasi kepada keteguhan dan kesabaran.
    • Sebelum berangkat, berpamitan kepada teman, tetangga dan saudara lainya yang berdekatan. Meminta restu mereka, dan mendoakan untuk mereka
        Persiapan Batin
        • Niat dan tujuan semata-mata karena Allah Swt, dan bukan untuk mencari kemasyhuran dan gelar.
        • Memperbanyak sedekah.
        • Meninggalkan rafats (ucapan kotor; tidak berguna), fusûq (maksiat, keluar dari ketaatan kepada Allah Swt), dan jidâl (berbantahan, bertengkar dll)
        • Rendah hati, lemah-lembut, mengutamakan kebaikan, budi pekerti yang baik. Tidak menyakiti orang lain, husnu zhan (berbaik sangka), sabar dan tabah dalam menghadapi perbuatan yang tidak menyenangkan dan menyakitkan
        • Ikhlas dalam segala ucapan dan perbuatan. Tidak memperhitungkan segala apa yang telah dikeluarkan untuk menyempurnakan ibadah haji maupun umrah
        • Ikhlas dan sabar dalam menghadapi musibah atau kerugian yang menimpa fisik dan harta. Sebab segala musibah dan kerugian yang diterima secara ikhlas, termasuk kebaikan berpahala di sisi Allah Swt
            Menjelang Berangkat
              • Salat sunat Safar (bepergian) dua rakaat dengan membaca Fatihah dan al-Kafirun di rakaat pertama dan Fatihah dan al-Ikhlas di rakaat kedua. Boleh membaca Ayat Kursi1atau Surat al-Quraisy dan satu kali sebelum keluar rumah atau doa lainnya yang dihafal dan disukai.
              • Berdoa bagi keluarga maupun teman yang ditinggalkan
              • Ketika naik kendaraan atau pesawat terbang bacalah doa
                Bismillah
                Setelah duduk membaca lagi:
                Alhamdulillah
                Diteruskan dengan membaca:
                Subhânaladzî sakhara lanâ hâdzâ wa mâ kunnâ lahû muqrinîn wa innâ ilâ robbinâ lamunqolibûn
                “Segala puji bagi Allah yang telah memudahkan kami (padahal) kami tidak sanggup mengendalikannya. sesungguhnya kami akan kembali kepada Allah.” (QS. Al-Zukhruf: 14)
                Diteruskan dengan membaca:
                Allahu Akbar 3 x
                Atau membaca:
                Subhânaka innî dzolamtu nafsî faghfir lî innahû lâ yaghfiru dzunûb illâ anta
                “Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku menganiaya diriku sendiri (maka) ampuni aku karena tidak ada (yang) bisa mengampuni kecuali Engkau.” (HR. Abu Daud, Tirmidzi, Nasaî dengan sanad sahih)
                • Selalu dalam keadaan berwudlu dan shalat berjamaah
                • Banyaklah berbuat kebaikan dalam perjalanan selain sabar  dan tawakal kepada Allah Swt
                • Berdoalah di setiap kesempatan dalam perjalanan karena doa yang sedang bepergian mustajab sebagaimana disebutkan dalam hadist:
                    “Tiga doa yang mustajab dan tidak diragukan: doa orang yang dizhalimi, doa orang yang sedang bepergian, dan doa orang tua kepada anaknya.” (HR. Tirmidzi)
                    2.  Tata Cara Umrah
                    Melaksanakan Sunat-Sunat Ihram
                    • Sebelum ihram rapikan kuku, rambut, jenggot, kumis, bulu ketiak dan bulu lainnya. Kemudian mandi (membasahi badan dari kepala sampai kaki), menyela-nyela jari tangan dan kaki, kemudian berwudhu.
                    • Selanjutnya mengenakan pakaian ihram. Bagi pria yang satu disebut Rida (kain bagian atas) dan Izzar (kain bagian bawah).
                    • Pakaian ihram untuk wanita sama halnya dengan pakaian ketika shalat. Yaitu jilbab yang harus menutupi seluruh rambut (rambut tidak boleh terlihat). Baju harus menutupi dada. Tidak boleh memakai pakain tipis hingga terlihat rambut atau kulit, selain telapak muka dan telapak tangan. Kaki memakai kaos kaki/stoking.
                    • Sebelum niat boleh memakai wewangian, body lotion, parfum dan lainnya. Namun tidak boleh dilakukan sesudah niat.
                    • Bila salat wajib didirikan, kerjakan salat sunat ihram setelahnya, atau boleh menjadikan salat wajib itu penganti salat sunat ihram.
                    Perhatian
                    • Shalat sunnat ini tidak diniatkan untuk ihram, tapi berniat mengerjakan shalat sunnat yang disebabkan satu sebab. Misalnya shalat dhuha, shalat hajat, tahiyatul masjid dll.
                    • Yang bermiqat di Madinah sebaiknya mengerjakan semua sunah ihram di hotel.
                    • Setelah berpakaian ihram, salat sunat dan niat dilakukan di Bir Ali.
                      2. Ihram Umrah
                      Ihram umrah adalah niat untuk melaksanakan umrah kemudian diikuti dengan Talbiyah. Ihram umrah ini merupakan tanda telah masuknya rangkaian ibadah umrah dengan diharamkannya melakukan segala sesuatu selama melalaksanakan umrah sebagaimana takbiratul ihram dalam shalat.
                      Niat untuk umrah antara lain:
                      Labbaika Allâhuma Umratan
                      “Aku taati panggilan-Mu untuk melakukan umrah”
                      Setelah niat tidak boleh melanggar larangan ihram. Tidak boleh berkata buruk, mengunjing, bertengkar, berdebat yang tidak bermanfaat dan larangan lainnya untuk menjaga kesempurnaan umrah. Banyaklah membaca talbiyah:
                      Labaîk allâhumma labaîk, labaîk lâ syarîka laka labaîk, innal hamda wan ni’mata laka wal mulku, lâ syarîka laka
                      “Aku penuhi seruan-Mu Ya Allah, aku penuhi seruan-Mu tidak ada sekutu bagi-Mu. Sesungguhnya segala puji, nikmat dan seluruh kerajaan milik-Mu dan tidak ada sekutu bagi-Mu.”
                      Setelah berulang kali membaca talbiyah diselingi shalawat:
                      allâhumma shalli wa sallim ‘alâ muhammad wa ‘alâ Ali muhammad
                      “Ya Allah limpahkan kesejahteraan dan keselematan kepada Muhammad dan keluarganya.”
                      Kemudian bacalah doa yang disukai, misalnya doa:
                      allâhumma inna nas-aluka ridhâka wal jannah wa naûdzubika min sakhatika wannâr.
                      Ya Allah kami meminta ridha-Mu dan surgaMu. Kami berlindung dari kemarahan dan api neraka.”
                      3. Masuk ke Masjidil Haram
                      Ketika masuk masjid dahulukan kaki kanan dengan membaca:
                      Allahumaftah lî abwâba rohmatika
                      “Ya Allah bukakan bagiku semua pintu RahmatMu.”
                      Kemudian berjalan dengan tenang dan khusuk sambil membaca talbiyah.
                      Ketika melihat Kabah berdoa sambil mengangkat kedua tangan:
                      Allahumma zid hâdzal baita tasyrîfan wa ta’dzîman wa takrîman wa mahabatan wa zid man syarrafahu wa karamahu mimman hajjahu wa’tamarahu tasyrîfan wa ta’dzîman wa takrîman wa birran
                      “Ya Allah tambahlah kehormatan, kebesaran, kemuliaan dan kemegahan rumah ini. Tambahkan pula kehormatan, kebesaran, kemuliaan dan kebaikan bagi yang telah menghormati dan memuliakan rumahMu dari orang yang berhaji dan umrah.” (HR. Syafi’i) dan lainnya)
                      Setelah itu berdoalah menurut keinginan anda.
                      4. Memulai Tawaf
                      Ketika hendak tawaf benarkan letak baju ihram menjadi Idhthiba. Yaitu ujung baju ihram bagian kanan disimpan di pundak sebelah kiri.
                      Mulailah tawaf dengan berjalan cepat (raml) di tiga putaran pertama sambil idhtihba di seluruh putaran. Dan bacalah doa diatas setiap kali Isyarah (melambaikan tangan ke arah Hajar Aswad) .
                      Ketika raml bacalah doa ini:
                      Allâhumaj’alhû hajjan mabrûran wa dzanban maghfûran wa sa’yan masykûran
                      “Ya Allah jadikan aku haji yang mabrur, dosa yang diampuni dan sai yang diampuni.” (HR. Syafi’i)
                      Perhatian
                      • Raml (berjalan cepat) di 3 putaran pertama tawaf hanya disunahkan ketika pertama kali tawaf umrah dalam satu pejalanan. Dan tidak disunahkan pada tawaf sesudahnya. Bila tidak mampu maka berusaha semampunya ber-raml. Bila tidak sanggup juga berjalanlah biasa. Raml hanya disunahkan bagi laki-laki.
                      • Idhtiba disunahkan dalam setiap tawaf untuk umrah.
                      • Tidak ada doa khusus dalam setiap putaran tawaf. Bacalah doa yang dikuasai. Doa dalam Al-Qur’an dan Hadist lebih diutamakan.
                          Selesai raml pada 3 putaran pertama mulai mulai berjalan biasa pada empat putaran akhir.  Pada putaran selanjutnya bacalah:
                          Allâhumaghfir warham wa’fu ‘amma ta’lam wa antal a’azul akrom, Allâhuma robbanâ âtinâ fiddunyâ hasanah wa fil âkhirati hasanah wa qinâ adzabanâr
                          “Ya Allah rahmati dan ampunilah aku dari dosa yang Engkau ketahui, karena Engkau Maha Besar dan Mulia. Ya Allah berilah aku kebaikan dunia dan akhirat, bebaskan aku dari api neraka.”
                          Selama tawaf bacalah dzikir dan doa pilihan anda atau membaca doa ini:
                          Subhânallahi wal hamdulillâhi wa lâ illâha illallah wallâhu akbar wa lâ haula wa lâ quwwata illa billâhi
                          “Maha Suci Allah, Segala puji bagiNya dan tidak ada Tuhan selain Allah, Allah Maha Besar dan tidak ada daya upaya kecuali dari Allah.” (HR. Ibnu Majah)

                          5. Rukun Yamani
                          Di Rukun Yamani (sudut yang berdampingan dengan Hajar Aswad) isyarah (tangan diarahkan) dengan tangan kanan tanpa mencium tangan sesudahnya.
                          Antara Rukun Yamani dengan Hajar Aswad bacalah doa:
                          Allâhumma rabbanâ âtinâ fiddunyâ hasanah wa fil âkhirati hasanah wa qinâ adzabannâr
                          “Ya Tuhan, berilah kami kebaikan di dunia dan akhirat, dan selamatkan kami dari api neraka.”

                          6. Salat di Maqam Ibrahim
                          Selesai tawaf kemudian menuju maqam Ibrahim sambil membaca:
                          Wattakidzû min maqâmi ibrâhîma mushollâ
                          Dan Jadikanlah sebagian dari Maqam Ibrahim tempat salat.”
                          Pakaian yang tadinya idhthiba dilepas dan selimutkan ke badan kemudian salat sunnat dua raka’at. Rakaat pertama membaca Fatihah dan al-Kafirun, rakaat kedua membaca fatihah dan al-Ikhlas. Sesudah salat bacalah menurut keinginan anda.

                          Perhatian
                          • Tidak ada doa khusus dalam setiap putaran tawaf kecuali hanya beberapa doa yang telah disebutkan diatas. Anda boleh membaca doa sendiri atau dengan bahasa yang anda kuasai.
                          • Tidak disunahkan mengusap, mencium atau menempelkan benda untuk mengambil berkah karena hal ini tidak diajarkan Nabi saw.
                          • Mencium Hajar Aswad adalah sunah sedangkan menghormati sesama Muslim wajib hukumnya, maka jangan mengejar pahala sunah namun berakibat dosa.
                          • Jangan paksakan mencium Hajar Aswad bila keadaan penuh sesak. Bila keadaan penuh sesak dan tidak memungkinkan raml, berjalan biasa atau tetap raml semampunya.
                          • Jangan paksakan salat yang berhadapan langsung dengan maqam Ibrahim bila penuh sesak, carilah tempat kosong. Kemudian Istilam (bila memungkinkan) ke arah Hajar Aswad sambil berdoa di Multazam (bila memungkinkan) atau cukup berdoa di tempat anda berada.
                          • Maqam Ibrahim bukanlah kuburan Nabi Ibrahim, maka hindari mengusap, mencium untuk mengharap berkah. Ingat! Jangan rusak ibadah anda dengan perbuatan yang tidak ada tuntunannya.
                          • Ketika umrah berikutnya dalam tawaf hanya berjalan biasa tanpa raml maupun idhtiba.

                              7. Minum Air Zam-zam
                              Sebelum Sai disunahkan minum air Zam-Zam sambil menghadap Kabah. Ketika minum, bernafas 3 kali kemudian sisa air minum diusapkan ke kepala, muka dan dada.

                              8. Sai
                              Sebelum ke shafa letakan kembali pakain dengan cara idhthiba’ (bagi laki-laki) dan ketika mendekat shafa bacalah:
                              Innash-shofâ wal marwata min sya’â-irillâhi, Abda-u bimâ bada Allâh bihi
                              “Sesungguhanya Shafa dan Marwah sebagian dari syiar Allah. Aku mulai dengan apa yang dimulai Allah.”
                              Ketika sampai di Shafa menghadap Kabah dengan mengangkat kedua tangan sambil membaca:
                              Allahu Akbar 3 x
                              Lâ ilâha illallahu wahdahu lâ syarîka lahu, lahul mulku walahul hamdu yuhyî wa yumîtu wa huwa ‘alâ kulli syai-in qadîir, Lâ ilâhi illallahu wahdahu, anjaza wa’dahu wa nasharo ’abdahu wahazamal ahzâba wahdahu
                              “Tidak ada Tuhan selain Allah tidak ada sekutu bagiNya, milik-Nya semua kerajaan dan pujian. Ia yang menghidupkan dan yang mematikan, Ia Maha Berkuasa atas segala sesuatu. Tidak ada Tuhan selain Allah, ditepati janji-Nya, dibela hambaNya dan dikalahkan semua musuh olehNya.”
                              Bacalah doa ini 3 x kemudian mulai berjalan untuk Sai.
                              Bagi laki-laki ketika berada diantara dua lampu hijau berjalan cepat (raml) sambil membaca:
                              Rabbighfir warham wa tajâwaz ‘amma ta’lam innaka antal a’azul akrom, Allâhumma âtina fiddunyâ hasanah wa fil âkhiroti hasanah wa qinâ adzabannâr
                              “Ya Allah ampuni aku, hapuskan segala dosa yang Engkau ketahui, (karena) sesungguhnya Engkau Maha Mulia dan Maha Besar. Ya Allah berilah aku kebaikan dunia akhirat dan selamatkan aku dari api neraka.”
                              Selesai Raml berjalan biasa lagi hingga di Marwah. Ketika sampai di Mawah menghadap kiblat sambil bertakbir dan berdoa seperti di permulaan Sai. Kemudian mulai berjalan kearah Shafa dan be-raml ketika melewati dua lampu hijau.
                              Sai dilakukan tujuh putaran, antara Shafa dan Marwah dihitung satu putaran dan begitu pula sebaliknya dan sai akan berakhir di Marwah.
                              9. Tahallul
                              Selesai Sai kemudian Tahallul dengan menggunting atau mencukur rambut sedangkan bagi wanita hanya mengunting beberapa helai rambut sepanjang ruas jari saja. Ketika mencukur rambut mulailah mencukurnya pada bagian sebelah kanan kepala dan berdoa:
                              Allâhummaghfir lil muhalliqîna wa lil muqoshirîn
                              Ya Allah, ampunilah orang yang bercukur dan yang bergunting.”
                              Mengunting atau memotong rambut boleh dilakukan oleh siapa saja, anak kecil ke orang tua atau sebaliknya, istri kepada suaminya atau sebaliknya. Hendaknya wanita dipotong oleh muhrimnya. Anda menjadi halal kembali dan selesailah umrah anda.
                              Bermîqât Dari Tan’îm atau Ji’ranah
                              Selama berada di Mekah dianjurkan untuk memperbanyak umrah.
                              Sebaiknya semua kesunahan ihrâm dilakukan di hotel termasuk mandi dan berpakaian ihrâm. Sampai mîqât hanya salat sunnah ihrâm dan berniat kemudian kembali lagi ke Masjidil Haramuntuk Tawâf, saî dan tahallul.
                              Umrah ini tidak disunahkan Raml ketika Tawâf.
                              Tawaf Wada’ Bagi Yang Berumah
                              Bagi yang berumrah selain di bulan haji, ketika akan meninggalkan kota Mekkah disunahkan melakukan Thawaf Wada. Caranya seperti melakukan Thawaf Sunnah.
                              Sunnahnya diakhiri dengan shalat sunnat thawaf setelah 7 kali thawaf. Bagi wanita yang berhalangan (haid, nifas dll) tidak disarankan thawaf wada’ dan cukup berdoa di pintu Masjid al-Haram.

                              Tata cara umroh

                              Sebelum Anda berumrah ada beberapa amalan penting yang tidak boleh dilupakan. Dan amalan ini merupakan penyempurna ibadah Umroh itu sendiri, karena peroleh Mabrur atau MAqbul dalam Umroh itu terkait dengan amalan sebelum berangkat. Karena tidak mungkin bahwa Mabrur, soleh ataupun takwa itu sendiri diperoleh hanya dalam waktu 1 minggu saja tanpa persiapan lahir batin di tanah air.
                              Persiapan Di Tanah Air
                              Persiapan Dhohir
                              • Bertobat dari segala dosa dan maksiat, baik dosa kepada Allah Swt, yaitu pelanggaran dari segala larangan-Nya dan keengganan melaksanakan perintahNya, maupun dosa kepada sesama manusia.
                              • Meminta izin orang tua atau yang dituakannya.
                              • Membayar segala utang, mengembalikan harta yang diperoleh dengan cara zhalim (korupsi) dan aniaya (merampas hak orang lain).
                              • Dana yang digunakan benar-benar halal dan bersih.
                              • Menyiapkan nafkah yang cukup bagi keluarga yang ditinggalkan.
                              • Banyak bersedekah kepada dhuafa, fakir dan miskin.
                              • Carilah kawan seperjalanan yang saleh, yang baik, senang menolong, sering mengingatkan jika lupa, suka menegur jika ada kesalahan, memotivasi kepada keteguhan dan kesabaran.
                              • Sebelum berangkat, berpamitan kepada teman, tetangga dan saudara lainya yang berdekatan. Meminta restu mereka, dan mendoakan untuk mereka
                                  Persiapan Batin
                                  • Niat dan tujuan semata-mata karena Allah Swt, dan bukan untuk mencari kemasyhuran dan gelar.
                                  • Memperbanyak sedekah.
                                  • Meninggalkan rafats (ucapan kotor; tidak berguna), fusûq (maksiat, keluar dari ketaatan kepada Allah Swt), dan jidâl (berbantahan, bertengkar dll)
                                  • Rendah hati, lemah-lembut, mengutamakan kebaikan, budi pekerti yang baik. Tidak menyakiti orang lain, husnu zhan (berbaik sangka), sabar dan tabah dalam menghadapi perbuatan yang tidak menyenangkan dan menyakitkan
                                  • Ikhlas dalam segala ucapan dan perbuatan. Tidak memperhitungkan segala apa yang telah dikeluarkan untuk menyempurnakan ibadah haji maupun umrah
                                  • Ikhlas dan sabar dalam menghadapi musibah atau kerugian yang menimpa fisik dan harta. Sebab segala musibah dan kerugian yang diterima secara ikhlas, termasuk kebaikan berpahala di sisi Allah Swt
                                      Menjelang Berangkat
                                        • Salat sunat Safar (bepergian) dua rakaat dengan membaca Fatihah dan al-Kafirun di rakaat pertama dan Fatihah dan al-Ikhlas di rakaat kedua. Boleh membaca Ayat Kursi1atau Surat al-Quraisy dan satu kali sebelum keluar rumah atau doa lainnya yang dihafal dan disukai.
                                        • Berdoa bagi keluarga maupun teman yang ditinggalkan
                                        • Ketika naik kendaraan atau pesawat terbang bacalah doa
                                          Bismillah
                                          Setelah duduk membaca lagi:
                                          Alhamdulillah
                                          Diteruskan dengan membaca:
                                          Subhânaladzî sakhara lanâ hâdzâ wa mâ kunnâ lahû muqrinîn wa innâ ilâ robbinâ lamunqolibûn
                                          “Segala puji bagi Allah yang telah memudahkan kami (padahal) kami tidak sanggup mengendalikannya. sesungguhnya kami akan kembali kepada Allah.” (QS. Al-Zukhruf: 14)
                                          Diteruskan dengan membaca:
                                          Allahu Akbar 3 x
                                          Atau membaca:
                                          Subhânaka innî dzolamtu nafsî faghfir lî innahû lâ yaghfiru dzunûb illâ anta
                                          “Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku menganiaya diriku sendiri (maka) ampuni aku karena tidak ada (yang) bisa mengampuni kecuali Engkau.” (HR. Abu Daud, Tirmidzi, Nasaî dengan sanad sahih)
                                          • Selalu dalam keadaan berwudlu dan shalat berjamaah
                                          • Banyaklah berbuat kebaikan dalam perjalanan selain sabar  dan tawakal kepada Allah Swt
                                          • Berdoalah di setiap kesempatan dalam perjalanan karena doa yang sedang bepergian mustajab sebagaimana disebutkan dalam hadist:
                                              “Tiga doa yang mustajab dan tidak diragukan: doa orang yang dizhalimi, doa orang yang sedang bepergian, dan doa orang tua kepada anaknya.” (HR. Tirmidzi)
                                              2.  Tata Cara Umrah
                                              Melaksanakan Sunat-Sunat Ihram
                                              • Sebelum ihram rapikan kuku, rambut, jenggot, kumis, bulu ketiak dan bulu lainnya. Kemudian mandi (membasahi badan dari kepala sampai kaki), menyela-nyela jari tangan dan kaki, kemudian berwudhu.
                                              • Selanjutnya mengenakan pakaian ihram. Bagi pria yang satu disebut Rida (kain bagian atas) dan Izzar (kain bagian bawah).
                                              • Pakaian ihram untuk wanita sama halnya dengan pakaian ketika shalat. Yaitu jilbab yang harus menutupi seluruh rambut (rambut tidak boleh terlihat). Baju harus menutupi dada. Tidak boleh memakai pakain tipis hingga terlihat rambut atau kulit, selain telapak muka dan telapak tangan. Kaki memakai kaos kaki/stoking.
                                              • Sebelum niat boleh memakai wewangian, body lotion, parfum dan lainnya. Namun tidak boleh dilakukan sesudah niat.
                                              • Bila salat wajib didirikan, kerjakan salat sunat ihram setelahnya, atau boleh menjadikan salat wajib itu penganti salat sunat ihram.
                                              Perhatian
                                              • Shalat sunnat ini tidak diniatkan untuk ihram, tapi berniat mengerjakan shalat sunnat yang disebabkan satu sebab. Misalnya shalat dhuha, shalat hajat, tahiyatul masjid dll.
                                              • Yang bermiqat di Madinah sebaiknya mengerjakan semua sunah ihram di hotel.
                                              • Setelah berpakaian ihram, salat sunat dan niat dilakukan di Bir Ali.
                                                2. Ihram Umrah
                                                Ihram umrah adalah niat untuk melaksanakan umrah kemudian diikuti dengan Talbiyah. Ihram umrah ini merupakan tanda telah masuknya rangkaian ibadah umrah dengan diharamkannya melakukan segala sesuatu selama melalaksanakan umrah sebagaimana takbiratul ihram dalam shalat.
                                                Niat untuk umrah antara lain:
                                                Labbaika Allâhuma Umratan
                                                “Aku taati panggilan-Mu untuk melakukan umrah”
                                                Setelah niat tidak boleh melanggar larangan ihram. Tidak boleh berkata buruk, mengunjing, bertengkar, berdebat yang tidak bermanfaat dan larangan lainnya untuk menjaga kesempurnaan umrah. Banyaklah membaca talbiyah:
                                                Labaîk allâhumma labaîk, labaîk lâ syarîka laka labaîk, innal hamda wan ni’mata laka wal mulku, lâ syarîka laka
                                                “Aku penuhi seruan-Mu Ya Allah, aku penuhi seruan-Mu tidak ada sekutu bagi-Mu. Sesungguhnya segala puji, nikmat dan seluruh kerajaan milik-Mu dan tidak ada sekutu bagi-Mu.”
                                                Setelah berulang kali membaca talbiyah diselingi shalawat:
                                                allâhumma shalli wa sallim ‘alâ muhammad wa ‘alâ Ali muhammad
                                                “Ya Allah limpahkan kesejahteraan dan keselematan kepada Muhammad dan keluarganya.”
                                                Kemudian bacalah doa yang disukai, misalnya doa:
                                                allâhumma inna nas-aluka ridhâka wal jannah wa naûdzubika min sakhatika wannâr.
                                                Ya Allah kami meminta ridha-Mu dan surgaMu. Kami berlindung dari kemarahan dan api neraka.”
                                                3. Masuk ke Masjidil Haram
                                                Ketika masuk masjid dahulukan kaki kanan dengan membaca:
                                                Allahumaftah lî abwâba rohmatika
                                                “Ya Allah bukakan bagiku semua pintu RahmatMu.”
                                                Kemudian berjalan dengan tenang dan khusuk sambil membaca talbiyah.
                                                Ketika melihat Kabah berdoa sambil mengangkat kedua tangan:
                                                Allahumma zid hâdzal baita tasyrîfan wa ta’dzîman wa takrîman wa mahabatan wa zid man syarrafahu wa karamahu mimman hajjahu wa’tamarahu tasyrîfan wa ta’dzîman wa takrîman wa birran
                                                “Ya Allah tambahlah kehormatan, kebesaran, kemuliaan dan kemegahan rumah ini. Tambahkan pula kehormatan, kebesaran, kemuliaan dan kebaikan bagi yang telah menghormati dan memuliakan rumahMu dari orang yang berhaji dan umrah.” (HR. Syafi’i) dan lainnya)
                                                Setelah itu berdoalah menurut keinginan anda.
                                                4. Memulai Tawaf
                                                Ketika hendak tawaf benarkan letak baju ihram menjadi Idhthiba. Yaitu ujung baju ihram bagian kanan disimpan di pundak sebelah kiri.
                                                Mulailah tawaf dengan berjalan cepat (raml) di tiga putaran pertama sambil idhtihba di seluruh putaran. Dan bacalah doa diatas setiap kali Isyarah (melambaikan tangan ke arah Hajar Aswad) .
                                                Ketika raml bacalah doa ini:
                                                Allâhumaj’alhû hajjan mabrûran wa dzanban maghfûran wa sa’yan masykûran
                                                “Ya Allah jadikan aku haji yang mabrur, dosa yang diampuni dan sai yang diampuni.” (HR. Syafi’i)
                                                Perhatian
                                                • Raml (berjalan cepat) di 3 putaran pertama tawaf hanya disunahkan ketika pertama kali tawaf umrah dalam satu pejalanan. Dan tidak disunahkan pada tawaf sesudahnya. Bila tidak mampu maka berusaha semampunya ber-raml. Bila tidak sanggup juga berjalanlah biasa. Raml hanya disunahkan bagi laki-laki.
                                                • Idhtiba disunahkan dalam setiap tawaf untuk umrah.
                                                • Tidak ada doa khusus dalam setiap putaran tawaf. Bacalah doa yang dikuasai. Doa dalam Al-Qur’an dan Hadist lebih diutamakan.
                                                    Selesai raml pada 3 putaran pertama mulai mulai berjalan biasa pada empat putaran akhir.  Pada putaran selanjutnya bacalah:
                                                    Allâhumaghfir warham wa’fu ‘amma ta’lam wa antal a’azul akrom, Allâhuma robbanâ âtinâ fiddunyâ hasanah wa fil âkhirati hasanah wa qinâ adzabanâr
                                                    “Ya Allah rahmati dan ampunilah aku dari dosa yang Engkau ketahui, karena Engkau Maha Besar dan Mulia. Ya Allah berilah aku kebaikan dunia dan akhirat, bebaskan aku dari api neraka.”
                                                    Selama tawaf bacalah dzikir dan doa pilihan anda atau membaca doa ini:
                                                    Subhânallahi wal hamdulillâhi wa lâ illâha illallah wallâhu akbar wa lâ haula wa lâ quwwata illa billâhi
                                                    “Maha Suci Allah, Segala puji bagiNya dan tidak ada Tuhan selain Allah, Allah Maha Besar dan tidak ada daya upaya kecuali dari Allah.” (HR. Ibnu Majah)

                                                    5. Rukun Yamani
                                                    Di Rukun Yamani (sudut yang berdampingan dengan Hajar Aswad) isyarah (tangan diarahkan) dengan tangan kanan tanpa mencium tangan sesudahnya.
                                                    Antara Rukun Yamani dengan Hajar Aswad bacalah doa:
                                                    Allâhumma rabbanâ âtinâ fiddunyâ hasanah wa fil âkhirati hasanah wa qinâ adzabannâr
                                                    “Ya Tuhan, berilah kami kebaikan di dunia dan akhirat, dan selamatkan kami dari api neraka.”

                                                    6. Salat di Maqam Ibrahim
                                                    Selesai tawaf kemudian menuju maqam Ibrahim sambil membaca:
                                                    Wattakidzû min maqâmi ibrâhîma mushollâ
                                                    Dan Jadikanlah sebagian dari Maqam Ibrahim tempat salat.”
                                                    Pakaian yang tadinya idhthiba dilepas dan selimutkan ke badan kemudian salat sunnat dua raka’at. Rakaat pertama membaca Fatihah dan al-Kafirun, rakaat kedua membaca fatihah dan al-Ikhlas. Sesudah salat bacalah menurut keinginan anda.

                                                    Perhatian
                                                    • Tidak ada doa khusus dalam setiap putaran tawaf kecuali hanya beberapa doa yang telah disebutkan diatas. Anda boleh membaca doa sendiri atau dengan bahasa yang anda kuasai.
                                                    • Tidak disunahkan mengusap, mencium atau menempelkan benda untuk mengambil berkah karena hal ini tidak diajarkan Nabi saw.
                                                    • Mencium Hajar Aswad adalah sunah sedangkan menghormati sesama Muslim wajib hukumnya, maka jangan mengejar pahala sunah namun berakibat dosa.
                                                    • Jangan paksakan mencium Hajar Aswad bila keadaan penuh sesak. Bila keadaan penuh sesak dan tidak memungkinkan raml, berjalan biasa atau tetap raml semampunya.
                                                    • Jangan paksakan salat yang berhadapan langsung dengan maqam Ibrahim bila penuh sesak, carilah tempat kosong. Kemudian Istilam (bila memungkinkan) ke arah Hajar Aswad sambil berdoa di Multazam (bila memungkinkan) atau cukup berdoa di tempat anda berada.
                                                    • Maqam Ibrahim bukanlah kuburan Nabi Ibrahim, maka hindari mengusap, mencium untuk mengharap berkah. Ingat! Jangan rusak ibadah anda dengan perbuatan yang tidak ada tuntunannya.
                                                    • Ketika umrah berikutnya dalam tawaf hanya berjalan biasa tanpa raml maupun idhtiba.

                                                        7. Minum Air Zam-zam
                                                        Sebelum Sai disunahkan minum air Zam-Zam sambil menghadap Kabah. Ketika minum, bernafas 3 kali kemudian sisa air minum diusapkan ke kepala, muka dan dada.

                                                        8. Sai
                                                        Sebelum ke shafa letakan kembali pakain dengan cara idhthiba’ (bagi laki-laki) dan ketika mendekat shafa bacalah:
                                                        Innash-shofâ wal marwata min sya’â-irillâhi, Abda-u bimâ bada Allâh bihi
                                                        “Sesungguhanya Shafa dan Marwah sebagian dari syiar Allah. Aku mulai dengan apa yang dimulai Allah.”
                                                        Ketika sampai di Shafa menghadap Kabah dengan mengangkat kedua tangan sambil membaca:
                                                        Allahu Akbar 3 x
                                                        Lâ ilâha illallahu wahdahu lâ syarîka lahu, lahul mulku walahul hamdu yuhyî wa yumîtu wa huwa ‘alâ kulli syai-in qadîir, Lâ ilâhi illallahu wahdahu, anjaza wa’dahu wa nasharo ’abdahu wahazamal ahzâba wahdahu
                                                        “Tidak ada Tuhan selain Allah tidak ada sekutu bagiNya, milik-Nya semua kerajaan dan pujian. Ia yang menghidupkan dan yang mematikan, Ia Maha Berkuasa atas segala sesuatu. Tidak ada Tuhan selain Allah, ditepati janji-Nya, dibela hambaNya dan dikalahkan semua musuh olehNya.”
                                                        Bacalah doa ini 3 x kemudian mulai berjalan untuk Sai.
                                                        Bagi laki-laki ketika berada diantara dua lampu hijau berjalan cepat (raml) sambil membaca:
                                                        Rabbighfir warham wa tajâwaz ‘amma ta’lam innaka antal a’azul akrom, Allâhumma âtina fiddunyâ hasanah wa fil âkhiroti hasanah wa qinâ adzabannâr
                                                        “Ya Allah ampuni aku, hapuskan segala dosa yang Engkau ketahui, (karena) sesungguhnya Engkau Maha Mulia dan Maha Besar. Ya Allah berilah aku kebaikan dunia akhirat dan selamatkan aku dari api neraka.”
                                                        Selesai Raml berjalan biasa lagi hingga di Marwah. Ketika sampai di Mawah menghadap kiblat sambil bertakbir dan berdoa seperti di permulaan Sai. Kemudian mulai berjalan kearah Shafa dan be-raml ketika melewati dua lampu hijau.
                                                        Sai dilakukan tujuh putaran, antara Shafa dan Marwah dihitung satu putaran dan begitu pula sebaliknya dan sai akan berakhir di Marwah.
                                                        9. Tahallul
                                                        Selesai Sai kemudian Tahallul dengan menggunting atau mencukur rambut sedangkan bagi wanita hanya mengunting beberapa helai rambut sepanjang ruas jari saja. Ketika mencukur rambut mulailah mencukurnya pada bagian sebelah kanan kepala dan berdoa:
                                                        Allâhummaghfir lil muhalliqîna wa lil muqoshirîn
                                                        Ya Allah, ampunilah orang yang bercukur dan yang bergunting.”
                                                        Mengunting atau memotong rambut boleh dilakukan oleh siapa saja, anak kecil ke orang tua atau sebaliknya, istri kepada suaminya atau sebaliknya. Hendaknya wanita dipotong oleh muhrimnya. Anda menjadi halal kembali dan selesailah umrah anda.
                                                        Bermîqât Dari Tan’îm atau Ji’ranah
                                                        Selama berada di Mekah dianjurkan untuk memperbanyak umrah.
                                                        Sebaiknya semua kesunahan ihrâm dilakukan di hotel termasuk mandi dan berpakaian ihrâm. Sampai mîqât hanya salat sunnah ihrâm dan berniat kemudian kembali lagi ke Masjidil Haramuntuk Tawâf, saî dan tahallul.
                                                        Umrah ini tidak disunahkan Raml ketika Tawâf.
                                                        Tawaf Wada’ Bagi Yang Berumah
                                                        Bagi yang berumrah selain di bulan haji, ketika akan meninggalkan kota Mekkah disunahkan melakukan Thawaf Wada. Caranya seperti melakukan Thawaf Sunnah.
                                                        Sunnahnya diakhiri dengan shalat sunnat thawaf setelah 7 kali thawaf. Bagi wanita yang berhalangan (haid, nifas dll) tidak disarankan thawaf wada’ dan cukup berdoa di pintu Masjid al-Haram.

                                                        Link Me

                                                        Viva Log

                                                        Popular Posts

                                                        Diagram Haji tamattu'

                                                        Diberdayakan oleh Blogger.

                                                        Google+ Badge

                                                        Total Tayangan Laman

                                                        back to top