Latest Posts

Kamis, 23 Januari 2014

Mainan yang dulu jadi pavorit
Tak afdhol rasanya pulang haji/umroh tak membawa oleh-oleh. Walau sedikit jemaah haji pasti akan membeli oleh-oleh untuk sanak keluarganya. Nah  di madinah ada tempat belanja grosiran yang tentu saja lebih murah dibanding membeli di pinggir jalan atau toko biasa. 

Harga di sini sudah murah. Sebagai perbandingan, sebuah kaos kaki motif yang dijual di pinggir jalan 3 Rls, di tempat grosiran ini cuma 1 Rls saja. Oh ya, karena ini tempat grosiran maka anda tidak bisa membeli satuan harus membeli satu kodi, atau satu lusin. Harga di tempat grosiran ini sudah pas dan tak bisa ditawar. Kalau menawar bisa-bisa anda diusir pemilik toko.

Kawasan grosiran ini terletak di jalan wilayah jalan Abu Dzar Al Ghifarim berdekatan dengan Mesjid Abu Dzar dan Hotel Madinah Kareem. Di situ berjajar toko-toko grosir hingga ke jalan kecil di dalamnya.


Peta bisa dilihat di tautan ini atau diikuti petanya 

<iframe width="425" height="350" frameborder="0" scrolling="no" marginheight="0" marginwidth="0" src="https://www.google.com/maps?t=f&amp;sll=24.4750795,39.6136702&amp;sspn=0.0299978,0.0439465&amp;saddr=24.4716451,39.6112047&amp;daddr=24.4751955,39.6134823&amp;dirflg=w&amp;ie=UTF8&amp;ll=24.473517,39.61367&amp;spn=0.003744,0.004944&amp;ecpose=24.46746629,39.61384162,1463.22,0,40.594,-0.001&amp;geocode=FV1odQEdRWtcAg%3BFTx2dQEdKnRcAg&amp;output=embed"></iframe><br /><small><a href="https://www.google.com/maps?t=f&amp;sll=24.4750795,39.6136702&amp;sspn=0.0299978,0.0439465&amp;saddr=24.4716451,39.6112047&amp;daddr=24.4751955,39.6134823&amp;dirflg=w&amp;ie=UTF8&amp;ll=24.473517,39.61367&amp;spn=0.003744,0.004944&amp;ecpose=24.46746629,39.61384162,1463.22,0,40.594,-0.001&amp;geocode=FV1odQEdRWtcAg%3BFTx2dQEdKnRcAg&amp;source=embed" style="color:#0000FF;text-align:left">Lihat Peta Lebih Besar</a></small>

Tempat Belanja Grosiran di Madinah

Mainan yang dulu jadi pavorit
Tak afdhol rasanya pulang haji/umroh tak membawa oleh-oleh. Walau sedikit jemaah haji pasti akan membeli oleh-oleh untuk sanak keluarganya. Nah  di madinah ada tempat belanja grosiran yang tentu saja lebih murah dibanding membeli di pinggir jalan atau toko biasa. 

Harga di sini sudah murah. Sebagai perbandingan, sebuah kaos kaki motif yang dijual di pinggir jalan 3 Rls, di tempat grosiran ini cuma 1 Rls saja. Oh ya, karena ini tempat grosiran maka anda tidak bisa membeli satuan harus membeli satu kodi, atau satu lusin. Harga di tempat grosiran ini sudah pas dan tak bisa ditawar. Kalau menawar bisa-bisa anda diusir pemilik toko.

Kawasan grosiran ini terletak di jalan wilayah jalan Abu Dzar Al Ghifarim berdekatan dengan Mesjid Abu Dzar dan Hotel Madinah Kareem. Di situ berjajar toko-toko grosir hingga ke jalan kecil di dalamnya.


Peta bisa dilihat di tautan ini atau diikuti petanya 

<iframe width="425" height="350" frameborder="0" scrolling="no" marginheight="0" marginwidth="0" src="https://www.google.com/maps?t=f&amp;sll=24.4750795,39.6136702&amp;sspn=0.0299978,0.0439465&amp;saddr=24.4716451,39.6112047&amp;daddr=24.4751955,39.6134823&amp;dirflg=w&amp;ie=UTF8&amp;ll=24.473517,39.61367&amp;spn=0.003744,0.004944&amp;ecpose=24.46746629,39.61384162,1463.22,0,40.594,-0.001&amp;geocode=FV1odQEdRWtcAg%3BFTx2dQEdKnRcAg&amp;output=embed"></iframe><br /><small><a href="https://www.google.com/maps?t=f&amp;sll=24.4750795,39.6136702&amp;sspn=0.0299978,0.0439465&amp;saddr=24.4716451,39.6112047&amp;daddr=24.4751955,39.6134823&amp;dirflg=w&amp;ie=UTF8&amp;ll=24.473517,39.61367&amp;spn=0.003744,0.004944&amp;ecpose=24.46746629,39.61384162,1463.22,0,40.594,-0.001&amp;geocode=FV1odQEdRWtcAg%3BFTx2dQEdKnRcAg&amp;source=embed" style="color:#0000FF;text-align:left">Lihat Peta Lebih Besar</a></small>

0 komentar:

Rabu, 22 Januari 2014

Living cost adalah biaya hidup selama jemaah haji melaksanakan Ibadah haji. Sebenarnya living cost yang SR 1500 itu cukup untuk makan selama haji. Namun karena barang-barang yang dijual di sana pun mengalami kenaikan, khususnya bahan makanan yang berasal dari tanah air, maka living cost dipastikan terasa sempit. Bayankan saja, bumbu-bumbu yang bisa dibeli dengan murah di tanah air dibeli dengan harga 5 x lipat lebih mahal jika berada di saudi.

Saya ingin membagi tips untuk menghemat living cost agar ibadah menjadi lebih tenang.


1. Bawa bahan makanan dari tanah air
Ketika akan pergi, koper dalam keadaan kosong. Sangat memungkinkan untuk membawa bahan makanan ke dalam koper. Mie instan, bumbu-bumbu, makanan yang cukup tahan lama, sambal, dll dapat dibawa ke dalam koper. Beberapa teman bahkan membawa beras dari tanah air. Bahan-bahan itu jelas lebih murah dibeli di Indonesia ketimbang di saudi.

2. Memasak 
Memasak sendiri lebih murah dibanding dengan membeli. Bisa saja jemaah membeli peralatan menanak nasi yang multiguna sehingga bisa dipergunakan untuk berbagai kebutuhan. hal ini bisa mengurangi beban biaya, apalagi jika dilakukan secara kolektif.

3. Menyediakan air minum sendiri
Hotel tidak menyediakan air minum. Jadi jamaah sendiri yang mesti menyediakan. Jika setiap hari harus membeli air kemasan yang harganya lebih mahal dari bensin bisa jebol living cost nya. maka untuk menyiasatinya jemaah harus membawa air dari tempat penyediaan air minum. Air zam-zam adalah air gratis yang bisa dibawa ke kamar. Beli saja galon plastik yang bisa dilipat ketika tidak dipakai sehingga diperbolehkan dibawa ke haram. Pulangnya bawalah air zam-zam itu dan kebutuhan air akan terpenuhi dan anda tak perlu mengeluarkan uang untuk air yang bisa didapat gratis.

4. Bawa perlengkapan cuci
Sabun cuci juga cukup sering dipakai di saudi. Anda bisa saja beli tapi dengan harga yang lebih mahal, Tak ada salahnya toh untuk berhemat dengan membawa dari tanah air.

5. Pergunakan bis
Bis jauh lebih murah ketimbang taksi. Buat umroh ke tanim saja cuma 4 real PP. sementara pakai taksi harus merogoh 10 rls.


PERINGATAN : 
jangan membawa barang/bahan makanan yang dilarang masuk ke dalam pesawat

Tips Menghemat Living Cost saat Haji

Living cost adalah biaya hidup selama jemaah haji melaksanakan Ibadah haji. Sebenarnya living cost yang SR 1500 itu cukup untuk makan selama haji. Namun karena barang-barang yang dijual di sana pun mengalami kenaikan, khususnya bahan makanan yang berasal dari tanah air, maka living cost dipastikan terasa sempit. Bayankan saja, bumbu-bumbu yang bisa dibeli dengan murah di tanah air dibeli dengan harga 5 x lipat lebih mahal jika berada di saudi.

Saya ingin membagi tips untuk menghemat living cost agar ibadah menjadi lebih tenang.


1. Bawa bahan makanan dari tanah air
Ketika akan pergi, koper dalam keadaan kosong. Sangat memungkinkan untuk membawa bahan makanan ke dalam koper. Mie instan, bumbu-bumbu, makanan yang cukup tahan lama, sambal, dll dapat dibawa ke dalam koper. Beberapa teman bahkan membawa beras dari tanah air. Bahan-bahan itu jelas lebih murah dibeli di Indonesia ketimbang di saudi.

2. Memasak 
Memasak sendiri lebih murah dibanding dengan membeli. Bisa saja jemaah membeli peralatan menanak nasi yang multiguna sehingga bisa dipergunakan untuk berbagai kebutuhan. hal ini bisa mengurangi beban biaya, apalagi jika dilakukan secara kolektif.

3. Menyediakan air minum sendiri
Hotel tidak menyediakan air minum. Jadi jamaah sendiri yang mesti menyediakan. Jika setiap hari harus membeli air kemasan yang harganya lebih mahal dari bensin bisa jebol living cost nya. maka untuk menyiasatinya jemaah harus membawa air dari tempat penyediaan air minum. Air zam-zam adalah air gratis yang bisa dibawa ke kamar. Beli saja galon plastik yang bisa dilipat ketika tidak dipakai sehingga diperbolehkan dibawa ke haram. Pulangnya bawalah air zam-zam itu dan kebutuhan air akan terpenuhi dan anda tak perlu mengeluarkan uang untuk air yang bisa didapat gratis.

4. Bawa perlengkapan cuci
Sabun cuci juga cukup sering dipakai di saudi. Anda bisa saja beli tapi dengan harga yang lebih mahal, Tak ada salahnya toh untuk berhemat dengan membawa dari tanah air.

5. Pergunakan bis
Bis jauh lebih murah ketimbang taksi. Buat umroh ke tanim saja cuma 4 real PP. sementara pakai taksi harus merogoh 10 rls.


PERINGATAN : 
jangan membawa barang/bahan makanan yang dilarang masuk ke dalam pesawat

0 komentar:

Minggu, 12 Januari 2014

Penyusun : KH. Muchtar Adam
Minimal pembelian : 5 exp.
Ukuran : 10 x 10 cm
Pemesanan : 08156128434

Buku doa yang tepat untuk menemani manasik haji dan umroh anda.
Singkat, tepat dan padat.

SEGERA MILIKI


Buku Doa Haji

Penyusun : KH. Muchtar Adam
Minimal pembelian : 5 exp.
Ukuran : 10 x 10 cm
Pemesanan : 08156128434

Buku doa yang tepat untuk menemani manasik haji dan umroh anda.
Singkat, tepat dan padat.

SEGERA MILIKI


0 komentar:

Rabu, 08 Januari 2014

Sebelum Anda berumrah ada beberapa amalan penting yang tidak boleh dilupakan. Dan amalan ini merupakan penyempurna ibadah Umroh itu sendiri, karena peroleh Mabrur atau MAqbul dalam Umroh itu terkait dengan amalan sebelum berangkat. Karena tidak mungkin bahwa Mabrur, soleh ataupun takwa itu sendiri diperoleh hanya dalam waktu 1 minggu saja tanpa persiapan lahir batin di tanah air.
Persiapan Di Tanah Air
Persiapan Dhohir
  • Bertobat dari segala dosa dan maksiat, baik dosa kepada Allah Swt, yaitu pelanggaran dari segala larangan-Nya dan keengganan melaksanakan perintahNya, maupun dosa kepada sesama manusia.
  • Meminta izin orang tua atau yang dituakannya.
  • Membayar segala utang, mengembalikan harta yang diperoleh dengan cara zhalim (korupsi) dan aniaya (merampas hak orang lain).
  • Dana yang digunakan benar-benar halal dan bersih.
  • Menyiapkan nafkah yang cukup bagi keluarga yang ditinggalkan.
  • Banyak bersedekah kepada dhuafa, fakir dan miskin.
  • Carilah kawan seperjalanan yang saleh, yang baik, senang menolong, sering mengingatkan jika lupa, suka menegur jika ada kesalahan, memotivasi kepada keteguhan dan kesabaran.
  • Sebelum berangkat, berpamitan kepada teman, tetangga dan saudara lainya yang berdekatan. Meminta restu mereka, dan mendoakan untuk mereka
      Persiapan Batin
      • Niat dan tujuan semata-mata karena Allah Swt, dan bukan untuk mencari kemasyhuran dan gelar.
      • Memperbanyak sedekah.
      • Meninggalkan rafats (ucapan kotor; tidak berguna), fusûq (maksiat, keluar dari ketaatan kepada Allah Swt), dan jidâl (berbantahan, bertengkar dll)
      • Rendah hati, lemah-lembut, mengutamakan kebaikan, budi pekerti yang baik. Tidak menyakiti orang lain, husnu zhan (berbaik sangka), sabar dan tabah dalam menghadapi perbuatan yang tidak menyenangkan dan menyakitkan
      • Ikhlas dalam segala ucapan dan perbuatan. Tidak memperhitungkan segala apa yang telah dikeluarkan untuk menyempurnakan ibadah haji maupun umrah
      • Ikhlas dan sabar dalam menghadapi musibah atau kerugian yang menimpa fisik dan harta. Sebab segala musibah dan kerugian yang diterima secara ikhlas, termasuk kebaikan berpahala di sisi Allah Swt
          Menjelang Berangkat
            • Salat sunat Safar (bepergian) dua rakaat dengan membaca Fatihah dan al-Kafirun di rakaat pertama dan Fatihah dan al-Ikhlas di rakaat kedua. Boleh membaca Ayat Kursi1atau Surat al-Quraisy dan satu kali sebelum keluar rumah atau doa lainnya yang dihafal dan disukai.
            • Berdoa bagi keluarga maupun teman yang ditinggalkan
            • Ketika naik kendaraan atau pesawat terbang bacalah doa
              Bismillah
              Setelah duduk membaca lagi:
              Alhamdulillah
              Diteruskan dengan membaca:
              Subhânaladzî sakhara lanâ hâdzâ wa mâ kunnâ lahû muqrinîn wa innâ ilâ robbinâ lamunqolibûn
              “Segala puji bagi Allah yang telah memudahkan kami (padahal) kami tidak sanggup mengendalikannya. sesungguhnya kami akan kembali kepada Allah.” (QS. Al-Zukhruf: 14)
              Diteruskan dengan membaca:
              Allahu Akbar 3 x
              Atau membaca:
              Subhânaka innî dzolamtu nafsî faghfir lî innahû lâ yaghfiru dzunûb illâ anta
              “Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku menganiaya diriku sendiri (maka) ampuni aku karena tidak ada (yang) bisa mengampuni kecuali Engkau.” (HR. Abu Daud, Tirmidzi, Nasaî dengan sanad sahih)
              • Selalu dalam keadaan berwudlu dan shalat berjamaah
              • Banyaklah berbuat kebaikan dalam perjalanan selain sabar  dan tawakal kepada Allah Swt
              • Berdoalah di setiap kesempatan dalam perjalanan karena doa yang sedang bepergian mustajab sebagaimana disebutkan dalam hadist:
                  “Tiga doa yang mustajab dan tidak diragukan: doa orang yang dizhalimi, doa orang yang sedang bepergian, dan doa orang tua kepada anaknya.” (HR. Tirmidzi)
                  2.  Tata Cara Umrah
                  Melaksanakan Sunat-Sunat Ihram
                  • Sebelum ihram rapikan kuku, rambut, jenggot, kumis, bulu ketiak dan bulu lainnya. Kemudian mandi (membasahi badan dari kepala sampai kaki), menyela-nyela jari tangan dan kaki, kemudian berwudhu.
                  • Selanjutnya mengenakan pakaian ihram. Bagi pria yang satu disebut Rida (kain bagian atas) dan Izzar (kain bagian bawah).
                  • Pakaian ihram untuk wanita sama halnya dengan pakaian ketika shalat. Yaitu jilbab yang harus menutupi seluruh rambut (rambut tidak boleh terlihat). Baju harus menutupi dada. Tidak boleh memakai pakain tipis hingga terlihat rambut atau kulit, selain telapak muka dan telapak tangan. Kaki memakai kaos kaki/stoking.
                  • Sebelum niat boleh memakai wewangian, body lotion, parfum dan lainnya. Namun tidak boleh dilakukan sesudah niat.
                  • Bila salat wajib didirikan, kerjakan salat sunat ihram setelahnya, atau boleh menjadikan salat wajib itu penganti salat sunat ihram.
                  Perhatian
                  • Shalat sunnat ini tidak diniatkan untuk ihram, tapi berniat mengerjakan shalat sunnat yang disebabkan satu sebab. Misalnya shalat dhuha, shalat hajat, tahiyatul masjid dll.
                  • Yang bermiqat di Madinah sebaiknya mengerjakan semua sunah ihram di hotel.
                  • Setelah berpakaian ihram, salat sunat dan niat dilakukan di Bir Ali.
                    2. Ihram Umrah
                    Ihram umrah adalah niat untuk melaksanakan umrah kemudian diikuti dengan Talbiyah. Ihram umrah ini merupakan tanda telah masuknya rangkaian ibadah umrah dengan diharamkannya melakukan segala sesuatu selama melalaksanakan umrah sebagaimana takbiratul ihram dalam shalat.
                    Niat untuk umrah antara lain:
                    Labbaika Allâhuma Umratan
                    “Aku taati panggilan-Mu untuk melakukan umrah”
                    Setelah niat tidak boleh melanggar larangan ihram. Tidak boleh berkata buruk, mengunjing, bertengkar, berdebat yang tidak bermanfaat dan larangan lainnya untuk menjaga kesempurnaan umrah. Banyaklah membaca talbiyah:
                    Labaîk allâhumma labaîk, labaîk lâ syarîka laka labaîk, innal hamda wan ni’mata laka wal mulku, lâ syarîka laka
                    “Aku penuhi seruan-Mu Ya Allah, aku penuhi seruan-Mu tidak ada sekutu bagi-Mu. Sesungguhnya segala puji, nikmat dan seluruh kerajaan milik-Mu dan tidak ada sekutu bagi-Mu.”
                    Setelah berulang kali membaca talbiyah diselingi shalawat:
                    allâhumma shalli wa sallim ‘alâ muhammad wa ‘alâ Ali muhammad
                    “Ya Allah limpahkan kesejahteraan dan keselematan kepada Muhammad dan keluarganya.”
                    Kemudian bacalah doa yang disukai, misalnya doa:
                    allâhumma inna nas-aluka ridhâka wal jannah wa naûdzubika min sakhatika wannâr.
                    Ya Allah kami meminta ridha-Mu dan surgaMu. Kami berlindung dari kemarahan dan api neraka.”
                    3. Masuk ke Masjidil Haram
                    Ketika masuk masjid dahulukan kaki kanan dengan membaca:
                    Allahumaftah lî abwâba rohmatika
                    “Ya Allah bukakan bagiku semua pintu RahmatMu.”
                    Kemudian berjalan dengan tenang dan khusuk sambil membaca talbiyah.
                    Ketika melihat Kabah berdoa sambil mengangkat kedua tangan:
                    Allahumma zid hâdzal baita tasyrîfan wa ta’dzîman wa takrîman wa mahabatan wa zid man syarrafahu wa karamahu mimman hajjahu wa’tamarahu tasyrîfan wa ta’dzîman wa takrîman wa birran
                    “Ya Allah tambahlah kehormatan, kebesaran, kemuliaan dan kemegahan rumah ini. Tambahkan pula kehormatan, kebesaran, kemuliaan dan kebaikan bagi yang telah menghormati dan memuliakan rumahMu dari orang yang berhaji dan umrah.” (HR. Syafi’i) dan lainnya)
                    Setelah itu berdoalah menurut keinginan anda.
                    4. Memulai Tawaf
                    Ketika hendak tawaf benarkan letak baju ihram menjadi Idhthiba. Yaitu ujung baju ihram bagian kanan disimpan di pundak sebelah kiri.
                    Mulailah tawaf dengan berjalan cepat (raml) di tiga putaran pertama sambil idhtihba di seluruh putaran. Dan bacalah doa diatas setiap kali Isyarah (melambaikan tangan ke arah Hajar Aswad) .
                    Ketika raml bacalah doa ini:
                    Allâhumaj’alhû hajjan mabrûran wa dzanban maghfûran wa sa’yan masykûran
                    “Ya Allah jadikan aku haji yang mabrur, dosa yang diampuni dan sai yang diampuni.” (HR. Syafi’i)
                    Perhatian
                    • Raml (berjalan cepat) di 3 putaran pertama tawaf hanya disunahkan ketika pertama kali tawaf umrah dalam satu pejalanan. Dan tidak disunahkan pada tawaf sesudahnya. Bila tidak mampu maka berusaha semampunya ber-raml. Bila tidak sanggup juga berjalanlah biasa. Raml hanya disunahkan bagi laki-laki.
                    • Idhtiba disunahkan dalam setiap tawaf untuk umrah.
                    • Tidak ada doa khusus dalam setiap putaran tawaf. Bacalah doa yang dikuasai. Doa dalam Al-Qur’an dan Hadist lebih diutamakan.
                        Selesai raml pada 3 putaran pertama mulai mulai berjalan biasa pada empat putaran akhir.  Pada putaran selanjutnya bacalah:
                        Allâhumaghfir warham wa’fu ‘amma ta’lam wa antal a’azul akrom, Allâhuma robbanâ âtinâ fiddunyâ hasanah wa fil âkhirati hasanah wa qinâ adzabanâr
                        “Ya Allah rahmati dan ampunilah aku dari dosa yang Engkau ketahui, karena Engkau Maha Besar dan Mulia. Ya Allah berilah aku kebaikan dunia dan akhirat, bebaskan aku dari api neraka.”
                        Selama tawaf bacalah dzikir dan doa pilihan anda atau membaca doa ini:
                        Subhânallahi wal hamdulillâhi wa lâ illâha illallah wallâhu akbar wa lâ haula wa lâ quwwata illa billâhi
                        “Maha Suci Allah, Segala puji bagiNya dan tidak ada Tuhan selain Allah, Allah Maha Besar dan tidak ada daya upaya kecuali dari Allah.” (HR. Ibnu Majah)

                        5. Rukun Yamani
                        Di Rukun Yamani (sudut yang berdampingan dengan Hajar Aswad) isyarah (tangan diarahkan) dengan tangan kanan tanpa mencium tangan sesudahnya.
                        Antara Rukun Yamani dengan Hajar Aswad bacalah doa:
                        Allâhumma rabbanâ âtinâ fiddunyâ hasanah wa fil âkhirati hasanah wa qinâ adzabannâr
                        “Ya Tuhan, berilah kami kebaikan di dunia dan akhirat, dan selamatkan kami dari api neraka.”

                        6. Salat di Maqam Ibrahim
                        Selesai tawaf kemudian menuju maqam Ibrahim sambil membaca:
                        Wattakidzû min maqâmi ibrâhîma mushollâ
                        Dan Jadikanlah sebagian dari Maqam Ibrahim tempat salat.”
                        Pakaian yang tadinya idhthiba dilepas dan selimutkan ke badan kemudian salat sunnat dua raka’at. Rakaat pertama membaca Fatihah dan al-Kafirun, rakaat kedua membaca fatihah dan al-Ikhlas. Sesudah salat bacalah menurut keinginan anda.

                        Perhatian
                        • Tidak ada doa khusus dalam setiap putaran tawaf kecuali hanya beberapa doa yang telah disebutkan diatas. Anda boleh membaca doa sendiri atau dengan bahasa yang anda kuasai.
                        • Tidak disunahkan mengusap, mencium atau menempelkan benda untuk mengambil berkah karena hal ini tidak diajarkan Nabi saw.
                        • Mencium Hajar Aswad adalah sunah sedangkan menghormati sesama Muslim wajib hukumnya, maka jangan mengejar pahala sunah namun berakibat dosa.
                        • Jangan paksakan mencium Hajar Aswad bila keadaan penuh sesak. Bila keadaan penuh sesak dan tidak memungkinkan raml, berjalan biasa atau tetap raml semampunya.
                        • Jangan paksakan salat yang berhadapan langsung dengan maqam Ibrahim bila penuh sesak, carilah tempat kosong. Kemudian Istilam (bila memungkinkan) ke arah Hajar Aswad sambil berdoa di Multazam (bila memungkinkan) atau cukup berdoa di tempat anda berada.
                        • Maqam Ibrahim bukanlah kuburan Nabi Ibrahim, maka hindari mengusap, mencium untuk mengharap berkah. Ingat! Jangan rusak ibadah anda dengan perbuatan yang tidak ada tuntunannya.
                        • Ketika umrah berikutnya dalam tawaf hanya berjalan biasa tanpa raml maupun idhtiba.

                            7. Minum Air Zam-zam
                            Sebelum Sai disunahkan minum air Zam-Zam sambil menghadap Kabah. Ketika minum, bernafas 3 kali kemudian sisa air minum diusapkan ke kepala, muka dan dada.

                            8. Sai
                            Sebelum ke shafa letakan kembali pakain dengan cara idhthiba’ (bagi laki-laki) dan ketika mendekat shafa bacalah:
                            Innash-shofâ wal marwata min sya’â-irillâhi, Abda-u bimâ bada Allâh bihi
                            “Sesungguhanya Shafa dan Marwah sebagian dari syiar Allah. Aku mulai dengan apa yang dimulai Allah.”
                            Ketika sampai di Shafa menghadap Kabah dengan mengangkat kedua tangan sambil membaca:
                            Allahu Akbar 3 x
                            Lâ ilâha illallahu wahdahu lâ syarîka lahu, lahul mulku walahul hamdu yuhyî wa yumîtu wa huwa ‘alâ kulli syai-in qadîir, Lâ ilâhi illallahu wahdahu, anjaza wa’dahu wa nasharo ’abdahu wahazamal ahzâba wahdahu
                            “Tidak ada Tuhan selain Allah tidak ada sekutu bagiNya, milik-Nya semua kerajaan dan pujian. Ia yang menghidupkan dan yang mematikan, Ia Maha Berkuasa atas segala sesuatu. Tidak ada Tuhan selain Allah, ditepati janji-Nya, dibela hambaNya dan dikalahkan semua musuh olehNya.”
                            Bacalah doa ini 3 x kemudian mulai berjalan untuk Sai.
                            Bagi laki-laki ketika berada diantara dua lampu hijau berjalan cepat (raml) sambil membaca:
                            Rabbighfir warham wa tajâwaz ‘amma ta’lam innaka antal a’azul akrom, Allâhumma âtina fiddunyâ hasanah wa fil âkhiroti hasanah wa qinâ adzabannâr
                            “Ya Allah ampuni aku, hapuskan segala dosa yang Engkau ketahui, (karena) sesungguhnya Engkau Maha Mulia dan Maha Besar. Ya Allah berilah aku kebaikan dunia akhirat dan selamatkan aku dari api neraka.”
                            Selesai Raml berjalan biasa lagi hingga di Marwah. Ketika sampai di Mawah menghadap kiblat sambil bertakbir dan berdoa seperti di permulaan Sai. Kemudian mulai berjalan kearah Shafa dan be-raml ketika melewati dua lampu hijau.
                            Sai dilakukan tujuh putaran, antara Shafa dan Marwah dihitung satu putaran dan begitu pula sebaliknya dan sai akan berakhir di Marwah.
                            9. Tahallul
                            Selesai Sai kemudian Tahallul dengan menggunting atau mencukur rambut sedangkan bagi wanita hanya mengunting beberapa helai rambut sepanjang ruas jari saja. Ketika mencukur rambut mulailah mencukurnya pada bagian sebelah kanan kepala dan berdoa:
                            Allâhummaghfir lil muhalliqîna wa lil muqoshirîn
                            Ya Allah, ampunilah orang yang bercukur dan yang bergunting.”
                            Mengunting atau memotong rambut boleh dilakukan oleh siapa saja, anak kecil ke orang tua atau sebaliknya, istri kepada suaminya atau sebaliknya. Hendaknya wanita dipotong oleh muhrimnya. Anda menjadi halal kembali dan selesailah umrah anda.
                            Bermîqât Dari Tan’îm atau Ji’ranah
                            Selama berada di Mekah dianjurkan untuk memperbanyak umrah.
                            Sebaiknya semua kesunahan ihrâm dilakukan di hotel termasuk mandi dan berpakaian ihrâm. Sampai mîqât hanya salat sunnah ihrâm dan berniat kemudian kembali lagi ke Masjidil Haramuntuk Tawâf, saî dan tahallul.
                            Umrah ini tidak disunahkan Raml ketika Tawâf.
                            Tawaf Wada’ Bagi Yang Berumah
                            Bagi yang berumrah selain di bulan haji, ketika akan meninggalkan kota Mekkah disunahkan melakukan Thawaf Wada. Caranya seperti melakukan Thawaf Sunnah.
                            Sunnahnya diakhiri dengan shalat sunnat thawaf setelah 7 kali thawaf. Bagi wanita yang berhalangan (haid, nifas dll) tidak disarankan thawaf wada’ dan cukup berdoa di pintu Masjid al-Haram.

                            Tata cara umroh

                            Sebelum Anda berumrah ada beberapa amalan penting yang tidak boleh dilupakan. Dan amalan ini merupakan penyempurna ibadah Umroh itu sendiri, karena peroleh Mabrur atau MAqbul dalam Umroh itu terkait dengan amalan sebelum berangkat. Karena tidak mungkin bahwa Mabrur, soleh ataupun takwa itu sendiri diperoleh hanya dalam waktu 1 minggu saja tanpa persiapan lahir batin di tanah air.
                            Persiapan Di Tanah Air
                            Persiapan Dhohir
                            • Bertobat dari segala dosa dan maksiat, baik dosa kepada Allah Swt, yaitu pelanggaran dari segala larangan-Nya dan keengganan melaksanakan perintahNya, maupun dosa kepada sesama manusia.
                            • Meminta izin orang tua atau yang dituakannya.
                            • Membayar segala utang, mengembalikan harta yang diperoleh dengan cara zhalim (korupsi) dan aniaya (merampas hak orang lain).
                            • Dana yang digunakan benar-benar halal dan bersih.
                            • Menyiapkan nafkah yang cukup bagi keluarga yang ditinggalkan.
                            • Banyak bersedekah kepada dhuafa, fakir dan miskin.
                            • Carilah kawan seperjalanan yang saleh, yang baik, senang menolong, sering mengingatkan jika lupa, suka menegur jika ada kesalahan, memotivasi kepada keteguhan dan kesabaran.
                            • Sebelum berangkat, berpamitan kepada teman, tetangga dan saudara lainya yang berdekatan. Meminta restu mereka, dan mendoakan untuk mereka
                                Persiapan Batin
                                • Niat dan tujuan semata-mata karena Allah Swt, dan bukan untuk mencari kemasyhuran dan gelar.
                                • Memperbanyak sedekah.
                                • Meninggalkan rafats (ucapan kotor; tidak berguna), fusûq (maksiat, keluar dari ketaatan kepada Allah Swt), dan jidâl (berbantahan, bertengkar dll)
                                • Rendah hati, lemah-lembut, mengutamakan kebaikan, budi pekerti yang baik. Tidak menyakiti orang lain, husnu zhan (berbaik sangka), sabar dan tabah dalam menghadapi perbuatan yang tidak menyenangkan dan menyakitkan
                                • Ikhlas dalam segala ucapan dan perbuatan. Tidak memperhitungkan segala apa yang telah dikeluarkan untuk menyempurnakan ibadah haji maupun umrah
                                • Ikhlas dan sabar dalam menghadapi musibah atau kerugian yang menimpa fisik dan harta. Sebab segala musibah dan kerugian yang diterima secara ikhlas, termasuk kebaikan berpahala di sisi Allah Swt
                                    Menjelang Berangkat
                                      • Salat sunat Safar (bepergian) dua rakaat dengan membaca Fatihah dan al-Kafirun di rakaat pertama dan Fatihah dan al-Ikhlas di rakaat kedua. Boleh membaca Ayat Kursi1atau Surat al-Quraisy dan satu kali sebelum keluar rumah atau doa lainnya yang dihafal dan disukai.
                                      • Berdoa bagi keluarga maupun teman yang ditinggalkan
                                      • Ketika naik kendaraan atau pesawat terbang bacalah doa
                                        Bismillah
                                        Setelah duduk membaca lagi:
                                        Alhamdulillah
                                        Diteruskan dengan membaca:
                                        Subhânaladzî sakhara lanâ hâdzâ wa mâ kunnâ lahû muqrinîn wa innâ ilâ robbinâ lamunqolibûn
                                        “Segala puji bagi Allah yang telah memudahkan kami (padahal) kami tidak sanggup mengendalikannya. sesungguhnya kami akan kembali kepada Allah.” (QS. Al-Zukhruf: 14)
                                        Diteruskan dengan membaca:
                                        Allahu Akbar 3 x
                                        Atau membaca:
                                        Subhânaka innî dzolamtu nafsî faghfir lî innahû lâ yaghfiru dzunûb illâ anta
                                        “Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku menganiaya diriku sendiri (maka) ampuni aku karena tidak ada (yang) bisa mengampuni kecuali Engkau.” (HR. Abu Daud, Tirmidzi, Nasaî dengan sanad sahih)
                                        • Selalu dalam keadaan berwudlu dan shalat berjamaah
                                        • Banyaklah berbuat kebaikan dalam perjalanan selain sabar  dan tawakal kepada Allah Swt
                                        • Berdoalah di setiap kesempatan dalam perjalanan karena doa yang sedang bepergian mustajab sebagaimana disebutkan dalam hadist:
                                            “Tiga doa yang mustajab dan tidak diragukan: doa orang yang dizhalimi, doa orang yang sedang bepergian, dan doa orang tua kepada anaknya.” (HR. Tirmidzi)
                                            2.  Tata Cara Umrah
                                            Melaksanakan Sunat-Sunat Ihram
                                            • Sebelum ihram rapikan kuku, rambut, jenggot, kumis, bulu ketiak dan bulu lainnya. Kemudian mandi (membasahi badan dari kepala sampai kaki), menyela-nyela jari tangan dan kaki, kemudian berwudhu.
                                            • Selanjutnya mengenakan pakaian ihram. Bagi pria yang satu disebut Rida (kain bagian atas) dan Izzar (kain bagian bawah).
                                            • Pakaian ihram untuk wanita sama halnya dengan pakaian ketika shalat. Yaitu jilbab yang harus menutupi seluruh rambut (rambut tidak boleh terlihat). Baju harus menutupi dada. Tidak boleh memakai pakain tipis hingga terlihat rambut atau kulit, selain telapak muka dan telapak tangan. Kaki memakai kaos kaki/stoking.
                                            • Sebelum niat boleh memakai wewangian, body lotion, parfum dan lainnya. Namun tidak boleh dilakukan sesudah niat.
                                            • Bila salat wajib didirikan, kerjakan salat sunat ihram setelahnya, atau boleh menjadikan salat wajib itu penganti salat sunat ihram.
                                            Perhatian
                                            • Shalat sunnat ini tidak diniatkan untuk ihram, tapi berniat mengerjakan shalat sunnat yang disebabkan satu sebab. Misalnya shalat dhuha, shalat hajat, tahiyatul masjid dll.
                                            • Yang bermiqat di Madinah sebaiknya mengerjakan semua sunah ihram di hotel.
                                            • Setelah berpakaian ihram, salat sunat dan niat dilakukan di Bir Ali.
                                              2. Ihram Umrah
                                              Ihram umrah adalah niat untuk melaksanakan umrah kemudian diikuti dengan Talbiyah. Ihram umrah ini merupakan tanda telah masuknya rangkaian ibadah umrah dengan diharamkannya melakukan segala sesuatu selama melalaksanakan umrah sebagaimana takbiratul ihram dalam shalat.
                                              Niat untuk umrah antara lain:
                                              Labbaika Allâhuma Umratan
                                              “Aku taati panggilan-Mu untuk melakukan umrah”
                                              Setelah niat tidak boleh melanggar larangan ihram. Tidak boleh berkata buruk, mengunjing, bertengkar, berdebat yang tidak bermanfaat dan larangan lainnya untuk menjaga kesempurnaan umrah. Banyaklah membaca talbiyah:
                                              Labaîk allâhumma labaîk, labaîk lâ syarîka laka labaîk, innal hamda wan ni’mata laka wal mulku, lâ syarîka laka
                                              “Aku penuhi seruan-Mu Ya Allah, aku penuhi seruan-Mu tidak ada sekutu bagi-Mu. Sesungguhnya segala puji, nikmat dan seluruh kerajaan milik-Mu dan tidak ada sekutu bagi-Mu.”
                                              Setelah berulang kali membaca talbiyah diselingi shalawat:
                                              allâhumma shalli wa sallim ‘alâ muhammad wa ‘alâ Ali muhammad
                                              “Ya Allah limpahkan kesejahteraan dan keselematan kepada Muhammad dan keluarganya.”
                                              Kemudian bacalah doa yang disukai, misalnya doa:
                                              allâhumma inna nas-aluka ridhâka wal jannah wa naûdzubika min sakhatika wannâr.
                                              Ya Allah kami meminta ridha-Mu dan surgaMu. Kami berlindung dari kemarahan dan api neraka.”
                                              3. Masuk ke Masjidil Haram
                                              Ketika masuk masjid dahulukan kaki kanan dengan membaca:
                                              Allahumaftah lî abwâba rohmatika
                                              “Ya Allah bukakan bagiku semua pintu RahmatMu.”
                                              Kemudian berjalan dengan tenang dan khusuk sambil membaca talbiyah.
                                              Ketika melihat Kabah berdoa sambil mengangkat kedua tangan:
                                              Allahumma zid hâdzal baita tasyrîfan wa ta’dzîman wa takrîman wa mahabatan wa zid man syarrafahu wa karamahu mimman hajjahu wa’tamarahu tasyrîfan wa ta’dzîman wa takrîman wa birran
                                              “Ya Allah tambahlah kehormatan, kebesaran, kemuliaan dan kemegahan rumah ini. Tambahkan pula kehormatan, kebesaran, kemuliaan dan kebaikan bagi yang telah menghormati dan memuliakan rumahMu dari orang yang berhaji dan umrah.” (HR. Syafi’i) dan lainnya)
                                              Setelah itu berdoalah menurut keinginan anda.
                                              4. Memulai Tawaf
                                              Ketika hendak tawaf benarkan letak baju ihram menjadi Idhthiba. Yaitu ujung baju ihram bagian kanan disimpan di pundak sebelah kiri.
                                              Mulailah tawaf dengan berjalan cepat (raml) di tiga putaran pertama sambil idhtihba di seluruh putaran. Dan bacalah doa diatas setiap kali Isyarah (melambaikan tangan ke arah Hajar Aswad) .
                                              Ketika raml bacalah doa ini:
                                              Allâhumaj’alhû hajjan mabrûran wa dzanban maghfûran wa sa’yan masykûran
                                              “Ya Allah jadikan aku haji yang mabrur, dosa yang diampuni dan sai yang diampuni.” (HR. Syafi’i)
                                              Perhatian
                                              • Raml (berjalan cepat) di 3 putaran pertama tawaf hanya disunahkan ketika pertama kali tawaf umrah dalam satu pejalanan. Dan tidak disunahkan pada tawaf sesudahnya. Bila tidak mampu maka berusaha semampunya ber-raml. Bila tidak sanggup juga berjalanlah biasa. Raml hanya disunahkan bagi laki-laki.
                                              • Idhtiba disunahkan dalam setiap tawaf untuk umrah.
                                              • Tidak ada doa khusus dalam setiap putaran tawaf. Bacalah doa yang dikuasai. Doa dalam Al-Qur’an dan Hadist lebih diutamakan.
                                                  Selesai raml pada 3 putaran pertama mulai mulai berjalan biasa pada empat putaran akhir.  Pada putaran selanjutnya bacalah:
                                                  Allâhumaghfir warham wa’fu ‘amma ta’lam wa antal a’azul akrom, Allâhuma robbanâ âtinâ fiddunyâ hasanah wa fil âkhirati hasanah wa qinâ adzabanâr
                                                  “Ya Allah rahmati dan ampunilah aku dari dosa yang Engkau ketahui, karena Engkau Maha Besar dan Mulia. Ya Allah berilah aku kebaikan dunia dan akhirat, bebaskan aku dari api neraka.”
                                                  Selama tawaf bacalah dzikir dan doa pilihan anda atau membaca doa ini:
                                                  Subhânallahi wal hamdulillâhi wa lâ illâha illallah wallâhu akbar wa lâ haula wa lâ quwwata illa billâhi
                                                  “Maha Suci Allah, Segala puji bagiNya dan tidak ada Tuhan selain Allah, Allah Maha Besar dan tidak ada daya upaya kecuali dari Allah.” (HR. Ibnu Majah)

                                                  5. Rukun Yamani
                                                  Di Rukun Yamani (sudut yang berdampingan dengan Hajar Aswad) isyarah (tangan diarahkan) dengan tangan kanan tanpa mencium tangan sesudahnya.
                                                  Antara Rukun Yamani dengan Hajar Aswad bacalah doa:
                                                  Allâhumma rabbanâ âtinâ fiddunyâ hasanah wa fil âkhirati hasanah wa qinâ adzabannâr
                                                  “Ya Tuhan, berilah kami kebaikan di dunia dan akhirat, dan selamatkan kami dari api neraka.”

                                                  6. Salat di Maqam Ibrahim
                                                  Selesai tawaf kemudian menuju maqam Ibrahim sambil membaca:
                                                  Wattakidzû min maqâmi ibrâhîma mushollâ
                                                  Dan Jadikanlah sebagian dari Maqam Ibrahim tempat salat.”
                                                  Pakaian yang tadinya idhthiba dilepas dan selimutkan ke badan kemudian salat sunnat dua raka’at. Rakaat pertama membaca Fatihah dan al-Kafirun, rakaat kedua membaca fatihah dan al-Ikhlas. Sesudah salat bacalah menurut keinginan anda.

                                                  Perhatian
                                                  • Tidak ada doa khusus dalam setiap putaran tawaf kecuali hanya beberapa doa yang telah disebutkan diatas. Anda boleh membaca doa sendiri atau dengan bahasa yang anda kuasai.
                                                  • Tidak disunahkan mengusap, mencium atau menempelkan benda untuk mengambil berkah karena hal ini tidak diajarkan Nabi saw.
                                                  • Mencium Hajar Aswad adalah sunah sedangkan menghormati sesama Muslim wajib hukumnya, maka jangan mengejar pahala sunah namun berakibat dosa.
                                                  • Jangan paksakan mencium Hajar Aswad bila keadaan penuh sesak. Bila keadaan penuh sesak dan tidak memungkinkan raml, berjalan biasa atau tetap raml semampunya.
                                                  • Jangan paksakan salat yang berhadapan langsung dengan maqam Ibrahim bila penuh sesak, carilah tempat kosong. Kemudian Istilam (bila memungkinkan) ke arah Hajar Aswad sambil berdoa di Multazam (bila memungkinkan) atau cukup berdoa di tempat anda berada.
                                                  • Maqam Ibrahim bukanlah kuburan Nabi Ibrahim, maka hindari mengusap, mencium untuk mengharap berkah. Ingat! Jangan rusak ibadah anda dengan perbuatan yang tidak ada tuntunannya.
                                                  • Ketika umrah berikutnya dalam tawaf hanya berjalan biasa tanpa raml maupun idhtiba.

                                                      7. Minum Air Zam-zam
                                                      Sebelum Sai disunahkan minum air Zam-Zam sambil menghadap Kabah. Ketika minum, bernafas 3 kali kemudian sisa air minum diusapkan ke kepala, muka dan dada.

                                                      8. Sai
                                                      Sebelum ke shafa letakan kembali pakain dengan cara idhthiba’ (bagi laki-laki) dan ketika mendekat shafa bacalah:
                                                      Innash-shofâ wal marwata min sya’â-irillâhi, Abda-u bimâ bada Allâh bihi
                                                      “Sesungguhanya Shafa dan Marwah sebagian dari syiar Allah. Aku mulai dengan apa yang dimulai Allah.”
                                                      Ketika sampai di Shafa menghadap Kabah dengan mengangkat kedua tangan sambil membaca:
                                                      Allahu Akbar 3 x
                                                      Lâ ilâha illallahu wahdahu lâ syarîka lahu, lahul mulku walahul hamdu yuhyî wa yumîtu wa huwa ‘alâ kulli syai-in qadîir, Lâ ilâhi illallahu wahdahu, anjaza wa’dahu wa nasharo ’abdahu wahazamal ahzâba wahdahu
                                                      “Tidak ada Tuhan selain Allah tidak ada sekutu bagiNya, milik-Nya semua kerajaan dan pujian. Ia yang menghidupkan dan yang mematikan, Ia Maha Berkuasa atas segala sesuatu. Tidak ada Tuhan selain Allah, ditepati janji-Nya, dibela hambaNya dan dikalahkan semua musuh olehNya.”
                                                      Bacalah doa ini 3 x kemudian mulai berjalan untuk Sai.
                                                      Bagi laki-laki ketika berada diantara dua lampu hijau berjalan cepat (raml) sambil membaca:
                                                      Rabbighfir warham wa tajâwaz ‘amma ta’lam innaka antal a’azul akrom, Allâhumma âtina fiddunyâ hasanah wa fil âkhiroti hasanah wa qinâ adzabannâr
                                                      “Ya Allah ampuni aku, hapuskan segala dosa yang Engkau ketahui, (karena) sesungguhnya Engkau Maha Mulia dan Maha Besar. Ya Allah berilah aku kebaikan dunia akhirat dan selamatkan aku dari api neraka.”
                                                      Selesai Raml berjalan biasa lagi hingga di Marwah. Ketika sampai di Mawah menghadap kiblat sambil bertakbir dan berdoa seperti di permulaan Sai. Kemudian mulai berjalan kearah Shafa dan be-raml ketika melewati dua lampu hijau.
                                                      Sai dilakukan tujuh putaran, antara Shafa dan Marwah dihitung satu putaran dan begitu pula sebaliknya dan sai akan berakhir di Marwah.
                                                      9. Tahallul
                                                      Selesai Sai kemudian Tahallul dengan menggunting atau mencukur rambut sedangkan bagi wanita hanya mengunting beberapa helai rambut sepanjang ruas jari saja. Ketika mencukur rambut mulailah mencukurnya pada bagian sebelah kanan kepala dan berdoa:
                                                      Allâhummaghfir lil muhalliqîna wa lil muqoshirîn
                                                      Ya Allah, ampunilah orang yang bercukur dan yang bergunting.”
                                                      Mengunting atau memotong rambut boleh dilakukan oleh siapa saja, anak kecil ke orang tua atau sebaliknya, istri kepada suaminya atau sebaliknya. Hendaknya wanita dipotong oleh muhrimnya. Anda menjadi halal kembali dan selesailah umrah anda.
                                                      Bermîqât Dari Tan’îm atau Ji’ranah
                                                      Selama berada di Mekah dianjurkan untuk memperbanyak umrah.
                                                      Sebaiknya semua kesunahan ihrâm dilakukan di hotel termasuk mandi dan berpakaian ihrâm. Sampai mîqât hanya salat sunnah ihrâm dan berniat kemudian kembali lagi ke Masjidil Haramuntuk Tawâf, saî dan tahallul.
                                                      Umrah ini tidak disunahkan Raml ketika Tawâf.
                                                      Tawaf Wada’ Bagi Yang Berumah
                                                      Bagi yang berumrah selain di bulan haji, ketika akan meninggalkan kota Mekkah disunahkan melakukan Thawaf Wada. Caranya seperti melakukan Thawaf Sunnah.
                                                      Sunnahnya diakhiri dengan shalat sunnat thawaf setelah 7 kali thawaf. Bagi wanita yang berhalangan (haid, nifas dll) tidak disarankan thawaf wada’ dan cukup berdoa di pintu Masjid al-Haram.

                                                      0 komentar:

                                                      Link Me

                                                      Viva Log

                                                      Popular Posts

                                                      Diagram Haji tamattu'

                                                      Diberdayakan oleh Blogger.

                                                      Google+ Badge

                                                      Total Tayangan Laman

                                                      back to top